Sebanyak 6.620 Orang di China Terinfeksi Wabah Brucellosis

Ilustrasi Corona virus terus menyebar di China/ Reuters

CHINA- Sebanyak  6.620 orang warga China terinfeksi wabah brucellosis, khususnya di wilayah  Lanzhou, Provinsi Gansu, China.

Komisi kesehatan Lanzhou mengatakan sebanyak 126 orang yang terinfeksi telah dirawat di 11 rumah sakit di Lanzhou, dan pemerintah kota telah membuka klinik khusus bagi orang-orang yang merasa mengalami gejala brucellosis.

Pemerintah pun dilaporkan akan mendesak perusahaan farmasi yang menjadi dalang tersebarnya wabah untuk mempercepat relokasi pabrik ke luar kota.

Wakil Wali Kota Lanzhou, Wei Qingxiang mengatakan akan terus melakukan pengujian gratis bagi warga. Sementara orang yang dinyatakan terinfeksi akan menerima pengobatan gratis.

Wabah ini pertama kali ditemukan pada September 2020 usai kebocoran limbah di sebuah perusahaan biofarmasi di Lanzhou tahun lalu.

Pada saat itu, sebagaimana dilansir CNN,  Komisi Kesehatan Lanzhou mengungkapan sebanyak 3.245 orang yang telah terjangkit penyakit tersebut.

Atas insiden kebocoran itu, delapan orang telah dimintai pertanggungjawaban. Sebanyak 55.725 orang telah diuji sejauh ini untuk mendeteksi apakah terinfeksi atau tidak.

Penyakit brucellosis dikenal juga dengan demam malta atau demam Mediterania.

Infeksi bakteri ini menyebabkan munculnya sejumlah gejala pada tubuh seperti sakit kepala, nyeri otot, demam, dan kelelahan. Kebanyakan orang terinfeksi dengan makan makanan yang terkontaminasi atau menghirup bakteri.

Advertisement