Sebrangi Pulau, Barzah DD Antar Kepulangan Jenazah Ibu Warga Damayanti ke Lampung

Tim Barzah antar kepulangan jenazah IBu damayanti dari RSCM menuju Lampung/ Barzah DD

JAKARTA – Badan Pemulasaran Jenazah (Barzah) Dompet Dhuafa membantu pemulangan jenazah almarhumah Darmayanti yang meninggal dunia pada usia 53 tahun Di RSCM Jakarta, pada Jumat (13/9/2019).

Setelah menjalani perawatan selama 26 hari di gedung A RSCM, penyakit Tumor dan penyakit komplikasi yang melekat di tubuh istri buruh tani itu telah merenggut nyawanya.

“Saya yakin sangat banyak uang yang di keluarkan oleh keluarga selama menemani almarhumah dalam masa perawatan yang lama nya hampir satu bulan. Sang suami pun semakin bingung untuk biaya pemulangan jenazah, Pukul 10.50 wib ada relawan yang menghubungi kami memohon bantuan mobil jenazah untuk pengantaran almarhumah,” ujar Kepala Layanan Barzah Dompet Dhuafa Ustad Madroi.

Dilanjutkannya, dalam pesan singkat kepada KBK pada Sabtu (14/9/2019), tim Barzah dan keluarga duka sepakat jenazah akan di antarkan usai sholat jumat, dan pukul 13.30 wib Pak Lani dan Erpin dua orang tim Barzah dengan armada Daihatsu Luxio B 1200 SIX dari posko Batuceper Tangerang mendarat di rumah duka RSCM, dan langsung di berangkatkan ke kampung halaman.

“Setelah menyebrangi Selat Sunda tim Barzah berlabuh di Bakaheuni Lampung, malam mulai menghampiri perjalanan tetap harus di lanjutkan. Menjelang tengah malam kami melintasi jalur sepi tanpa penduduk, entah apa nama nya tempat itu. Tapi sepi tanpa penduduk hanya perkebunan karet dan sawit yang terlihat dari kegelapan.”

Hingga akhirnya Pukul 00.50 WIB tim Barzah tiba di kampung halaman almarhumah ibu Darmayanti di Jl. Lingkungan IV RT 04/05, Kelurahan Bukit kemuning Kecamatan Bukit kemuning Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung.

Diakui Usatd Madroi, rasa prihatin muncul saat melihat keadaan rumah yang di tempati keluarga duka. “Meski rasa lelah letih dan mengantuk, tapi saat itu hilang sekejap karena kami bangga bisa berbagi untuk mereka yang berduka. Senyum dan ucapan terimakasih mereka membangun semangat zohir dan batin tim Barzah, meski pun ucapan itu tidak utuh terdengar sempurna karena tangis dan air mata keluarga duka.”

Tim barzah berupaya langsung balik kanan, namun ketua lingkungan setempat menahan nya, karena kondisi jalan yang masih sangat rawan. Dan pukul 03.30 wib tim baru di izinkan untuk kembali ke jakarta.  “Ini Tugas kami dan ini tanggungjawab kita,” tandasnya.

Advertisement