Terus meningkatnya pembakaran bahan bakar fosil kian memperparah peningkatan suhu bumi yang kita pijak saat ini. Asap dari kendaraan bermotor terus menguap di lapisan atmosfir sehingga suhu di sekitar kita mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Maka jangan heran bila kini kita semakin sulit menghirup udara segar. Para ilmuwan memperkirakan, bumi kehilangan 137 jenis tanaman dan hewan setiap harinya. Bisa ditebak apa penyebabnya, ya karena semakin sedikitnya tempat mereka hidup. Terus tergerus dan tergusur.
Juni 2015 silam, dalam rangkaian kegiatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia telah dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi. Salah satu butirnya, mengajak dan menumbuhkembangkan budaya cinta lingkungan di kalangan peserta didik, pendidik dan tenaga pendidikan dengan menanam lima batang pohon setiap pelajar dan mahasiswa.
Diharapkan dengan adanya gerakan menanam pohon tersebut menjadi salah satu aksi konkrit dalam upaya pelestarian hutan dan lingkungan. Hal ini senada dengan pesan “Ayo Kerja Tanam dan Pelihara Pohon”, sebuah tema yang digagas oleh Presiden RI Joko Widodo dalam peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Pohon Nasional di Taman Hutan Rakyat Sultan Adam, Kalimantan Selatan pada November tahun yang sama.
Keutamaan menanam pohon ternyata tidak hanya berguna bagi kehidupan melainkan juga menjadi salah satu bekal untuk kita bawa di akhirat kelak. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda “Tak ada seorang muslim yang menanam pohon, kecuali sesuatu yang dimakan dari tanaman itu akan menjadi sedekah baginya, dan yang dicuri akan menjadi sedekah.
Apa saja yang dimakan oleh binatang buas darinya, maka sesuatu (yang dimakan) itu akan menjadi sedekah baginya. Apapun yang dimakan oleh burung darinya, maka hal itu akan menjadi sedekah baginya. Tak ada seorangpun yang mengurangi, kecuali akan menjadi sedekah baginya” (HR MUSLIM). Sungguh luar biasa pahala sedekah yang dijanjikan oleh Nabi Shallallahu alaihi wa sallam dengan kita mau menanam pohon saja. Sebuah amalan sholeh yang mampu memberikan manfaat bagi manusia di dunia serta kemaslahatan di akhirat juga baginya.
Begitu banyaknya benefit yang dapat kita peroleh dengan menanam pohon, ternyata masih menyimpan pesan kemanusiaan yang begitu mulia. Seperti yang telah dilakukan oleh Semesta Hijau Dompet Dhuafa melalui program sedekah pohon. Sebuah ikhtiar yang memberdayakan dan menghijaukan. Ada banyak semangat di balik guliran program sedekah pohon, diantaranya adalah semangat memberdayakan sesama dan menghijaukan bumi yang kita tempati.
Sepintas, Program Sedekah pohon hampir menyerupai konsep penghijauan, namun dikuatkan dalam aspek masyarakatnya sebagai proses pemberdayaan. Karena pohon yang ditanam adalah tumbuhan produktif, maka program ini menjadi modal kerja bagi mereka untuk memperoleh kualitas hidup yang lebih baik. Aksi sedekah pohon dari para donatur Dompet Dhuafa menjadi nilai yang dapat dikonversikan menjadi ‘alat’ untuk mewujudkan kemandirian masyarakat yang membutuhkan.
Penerima manfaat program Sedekah Pohon bagi Dompet Dhuafa adalah salah satu sasaran yang ingin diberdayakan dalam jangka waktu panjang melalui pilar program pengembangan sosial. Manfaat program sedekah pohon telah dirasakan masyarakat Indonesia yang tersebar di delapan provinsi, bersama 11 juta lebih penerima manfaat program pemberdayaan berbasis dana Zakat, Infak dan Shodaqoh (ZIS) Dompet Dhuafa selama 22 tahun berkhidmat.
Konsep kemandirian dalam sedekah pohon yang diusung Dompet Dhuafa, salah satunya adalah melalui pemberdayaan para petani bambu Cipatat. Seperti yang diceritakan Kang Dede dalam video berikut, dengan bantuan bibit bambu, ia tidak lagi menggantungkan penghasilan dari tambang kapur yang merusak bukit. Masha Allah..




