APEC 2016, Indonesia Ajukan Isu Pengentasan Kemiskinan

Ilustrasi/ Foto: andina.com.pe

JAKARTA – Dalam sebuah pertemuan pajabat tinggi dari seluruh anggota Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) 2016, Indonesia menaruh perhatian yang tinggi dalam memajukan isu pembangunan pedesaan dan pengentasan kemiskinan dibanding anggota APEC lainnya.

Berdasarkan keterangan pers Kementerian Luar Negeri di Jakarta, Selasa (17/5/2016) yang diterima Antara, sambutan positif pun disampaikan seluruh anggota APEC saat pertemuan pejabat tinggi pada 14-15 Mei di Arequipa, Peru.

Delegasi Indonesia akan mengangkat isu pembangunan pedesaan dan pengentasan kemiskinan (rural development and poverty alleviation/RDPA) pada APEC 2016 yang akan diselenggarakan di Peru, November mendatang. Konsep dokumen terkait RDPA tersebut disusun bersama tuan rumah, Peru.

“Peru sangat mengapresiasi kerja sama dengan Indonesia sebagai co-drafter dalam menyusun sebuah dokumen yang bertujuan memajukan upaya RDPA di kawasan APEC,” kata Direktur Kerja Sama Intra Kawasan Asia Pasifik dan Afrika (KSI Aspasaf) Kemlu Benyamin S. Carnadi.

Pemerintah Peru menyampaikan bahwa inisiatif terkait pengembangan masyarakat pedesaan diharapkan dapat menjadi dokumen akhir yang disepakati oleh para pemimpin dalam KTT APEC pada November 2016.

Menurut Benyamin, Indonesia akan terus mendorong isu RDPA sebagai salah satu agenda utama APEC, dan selanjutnya Indonesia akan bekerja sama dengan Vietnam dan Papua Nugini – selaku ketua dan tuan rumah APEC 2017 dan APEC 2018 – dalam menyusun sebuah peta jalan RDPA yang mencakup aspek-aspek yang lebih luas yang bersifat holistik, komprehensif, dan berorientasi aksi.

Vietnam, Papua Nugini dan beberapa anggota ekonomi maju APEC telah menyampaikan dukungan terhadap agenda RDPA dan keinginan untuk bekerja sama dengan Indonesia dalam mengembangkan isu tersebut sebagai dokumen hasil APEC 2017 dan 2018.

Advertisement