Segitiga Pemberdayaan yang Dilakukan Dompet Dhuafa dalam Entaskan Kemiskinan

JAKARTA – Haryo Mojopahit selaku GM Komunikasi Dompet Dhuafa memaparkan  ada segitiga pemberdayaan yang dilakukan Dompet Dhuafa dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia.

Strateginya yaitu, Social Empowering (pemberdayaan sosial), Economic Empowering (pemberdayaan ekonomi), dan Advokasi.

“Kita hilangkan kedaruratannya, kita bangun kemampuanya untuk punya penghasilan sendiri, dan bersama-sama kita bangun sistemnya agar siapa pun yang mau berusaha punya keterampilan, sehingga mereka bisa berhasil mewujudkan mimpinya. Inilah yang kita yakini di Dompet Dhuafa sebagai teori perubahan yang ingin kita laksanakan. Kami juga berharap Dompet Dhuafa memiliki sedikit kontribusi untuk mengurangi kemiskinan melalui strategi pemberdayaan ini,” kata Haryo, dalam  acara diskusi publik bertajuk “Peran Lembaga & Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Pengentasan Kemiskinan (Melegitimasi Dompet Dhuafa sebagai Lembaga Pelayanan Publik)” pada Rabu (22/2/2023).

Sementara, Ade Rukmana selaku penerima manfaat Program Desa Tani Dompet Dhuafa turut membagikan pengalamannya. Menurut Ade, petani masih sering mendapat stigma negatif, padahal perannya sangat penting bagi kehidupan.

“Saya ingin mengangkat derajat para petani, namun tanpa adanya Dompet Dhuafa, ide-ide saya hanya sebatas konsep,” tutur pria yang akrab disapa Mang Ade itu.

Menurut Mang Ade, kita tidak bisa mengukur kemiskinan dari apa yang kita punya, seperti misalnya ponsel atau motor, melainkan dari keseimbangan antara pemasukan dan pengeluarannya.

“Alhamdulillah, tingkat perekonomian Desa Tani sangat signifikan dari tahun ke tahun,” tambahnya, dilansir dompetdhuafa.org.

Advertisement