Kab Bandung-Sejumlah SMK di Kabupaten Bandung Barat saat ini belum memiliki bangunan sekolah mandiri. Untuk kegiatan belajar-mengajar, sejumlah siswa di tiga sekolah itu menumpang belajar di bangunan sekolah lain.
Ketiga sekolah tersebut yakni SMAN 2 Lembang, SMKN Cipongkor, dan SMKN 1 Cisarua. Dari tiga sekolah itu, hanya siswa SMKN Cipongkor yang bisa belajar mulai pagi sedangkan siswa di dua sekolah lainnya belajar mulai siang.
“Untuk SMAN 2 Lembang dan SMKN Cipongkor baru berdiri tahun ini. Sementara SMKN 1 Cisarua sudah berdiri tiga tahun lalu,” kata Hasanudin, Kabid SMA/SMK Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kab Bandung seperti dilansir PR Online, Selasa (2/8)
Menurut Hasanudin, kini 109 siswa SMAN 2 Lembang menumpang belajar di SMAN 1 Lembang dan 120 siswa SMKN Cipongkor menumpang di SDN Citalem, Cipongkor. Sementara, ratusan siswa SMKN 1 Cisarua menumpang belajar di SMPN 1 Cisarua.
Pembangunan unit sekolah baru untuk ketiga sekolah tersebut sudah diajukan ke Pemprov Jabar. Lokasi lahan untuk SMAN 2 Lembang dan SMKN Cipongkor juga telah disiapkan.
“Untuk SMAN 2 Lembang, kami ajukan lahan di Cikole dan SMKN Cipongkor di Cipongkor. Sementara untuk SMKN Cisarua, tanah sudah ada dan bangunannya pun akan segera direalisasikan Pemprov Jabar,” ujar Hasanudin.
Khusus untuk SMKN 1 Cisarua, lahan seluas 1,5 hektare sudah disiapkan di Desa Jambudipa. Sementara dana pembangunan sekolah tersebut juga sudah dianggarkan, yakni sebesar Rp 5,8 miliar.
“Kami tinggal menunggu realisasinya dari pemprov kerena tanah dan bangunan sudah dianggarkan pemprov. Kami berharap agar pembangunan sekolah bisa segera terwujud,” katanya.
Dengan berdirinya /SMK negeri tersebut, saat ini KBB memiliki 17 SMA negeri, 40 SMA swasta, 9 SMK negeri, 87 SMK swasta, 1 MA negeri, dan 54 MA swasta. Sementara jumlah siswa SMA/SMK/MA sekitar 57.000 orang.
Hasanudin mengungkapkan, kebutuhan unit sekolah baru di KBB untuk jenjang SMA/SMK cukup mendesak. Soalnya, jumlah pendaftar setiap tahun terus meningkat. Tidak semuanya bisa tertampung karena keterbatasan sarana dan prasarana.
Di Padalarang, dia mencontohkan, jumlah pendaftar ke SMKN 4 Padalarang tahun ini sekitar 2.000 orang sedangkan kuotanya hanya 300 siswa. Begitu juga dengan jumlah pendaftar ke SMAN 1 dan SMAN 2 Padalarang, setiap tahun terus membludak.





