GHOUTA – Serangan udara menyerang sebuah sekolah di Ghouta Timur Suriah Senin (19/3/2018) malam dan menewaskan 15 anak dan dua wanita yang menggunakan ruang bawah tanahnya sebagai tempat perlindungan dari bom.
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan serangan itu menghantam Arbin, kota utama di daerah Ghouta yang dikuasai pemberontak yang telah diserang oleh pasukan pemerintah selama lebih dari satu bulan.
“Tiga rudal dari satu serangan udara menghantam sekolah, di mana tingkat bawah tanah digunakan sebagai tempat penampungan,” kata Rami Abdel Rahman, yang mengepalai monitor yang berbasis di Inggris. “Petugas penyelamat masih mencari korban selamat,” katanya kepada AFP.
Observatorium, yang mengidentifikasi serangan udara berdasarkan pola penerbangan, amunisi yang digunakan, dan pesawat terbang, mengatakan serangan Senin malam tersebut diduga dilakukan oleh Rusia.
Moskow mengatakan bahwa pihaknya membantu pemerintah Suriah “menghabisi” pejuang di Ghouta namun membantah melakukan serangan udara terhadap warga sipil.
Moskow mengatakan bahwa pihaknya membantu pemerintah Suriah “menghabisi” pejuang di Ghouta namun membantah melakukan serangan udara terhadap warga sipil.




