TEPI BARAT – Puluhan siswa sekolah dasar Jubbet adh-Dibh harus belajar di tenda karena sekolah mereka telah dihancurkan Israel pada pertengahan Agustus.
Sekitar 80 sisa kini tidak memiliki ruang kelas untuk belajar. Hanya ada satu tenda penuh dengan kursi kayu dan buku juga dua papan tulis putih.
Enam ruang kelas enam sekolah baru yang dibangun pada pertengahan Agustus untuk menampung 80 siswa, telah dibongkar dan dikeluarkan oleh militer Israel pada malam sebelum hari pertama tahun ajaran.
“Kami menyambut semester akademis baru dengan sekolah yang telah dibongkar,” ujar Ibtissam Shaibat, seorang guru bahasa Arab dan matematika di direktorat pendidikan Bethlehem, kepada Al Jazeera.
“Pada hari pertama sekolah, saya tiba sekitar pukul 07.30. Sungguh mengerikan ketika saya melihat bahwa sekolahnya tidak ada di sini.”
Mereka pun mencari solusi karena sekolah harus terus berjalan, hingga akhirnya pendirian tena pun dilakukan.
Tenda yang baru dipasang itu berfungsi sebagai ruang kelas sementara, meski karena minimnya ruang, satu kelas harus berlangsung di luar, di bawah terik matahari.
Desa Jubbet adh-Dibh Palestina terletak di sebuah tempat yang dramatis di bawah Jabal al-Fureidis, sebuah gunung berpenduduk datar lima kilometer tenggara Bethlehem, yang merupakan rumah bagi lokasi historis Istana Herodium.
Sekitar 160 orang tinggal di sana, dan sementara desa memiliki taman kanak-kanak, sekolah dasar terdekat terletak di kota-kota dan desa-desa sekitar, yang berarti bahwa anak-anak harus berjalan jauh atau naik bus untuk sampai ke sekolah.





