Selang Sehari, Ratusan Rohingya Kembali Terdampar di Perairan Aceh

Ilustrasi

ACEH – Sebanyak 119 orang etnis Rohingya kembali tiba di pantai Aceh Utara, pada Rabu  (16/11) setelah selang sehari tiba 111 Rohingya di tempat yang sama.

Kabag Humas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara, Hamdani mengatakan, 119 pengungsi Rohingya berlabuh di perairan Desa Bluka Tebai, Kecamatan Dewantara. Ratusan pengungsi Rohingya itu tiba di Aceh Utara menggunakan satu unit kapal kayu.

“Datang tadi subuh berjumlah 119 orang. Itu sudah diketahui sejak sehari sebelumnya,” kata Hamdani kepada VOA, Rabu (16/11) siang.

Hamdani memerinci, pengungsi Rohingya itu terdiri dari 61 laki-laki, 36 perempuan, dan 22 anak-anak. Seluruhnya dalam kondisi sehat saat terdampar di perairan Aceh Utara. “TNI-Polri sudah mengamankan peralatan (kapal) mereka. Masyarakat di sana juga memberikan sumbangan (bantuan),” ucapnya.

Belum diketahui berapa lama ratusan pengungsi Rohingya tersebut terkatung-katung di lautan sebelum berlabuh di Aceh.

Pemkab Aceh Utara juga belum bisa memutuskan apakah ratusan pengungsi Rohingya itu akan ditarik kembali ke laut atau akan tetap menampung mereka. Pasalnya, sampai dengan saat ini Indonesia belum meratifikasi Convention Relating to the Status of Refugees (Konvensi 1951) dan Protocol Relating to the Status of Refugees (Protokol 1967). Sehingga Indonesia sesungguhnya tidak memiliki kewajiban untuk menerima pengungsi yang masuk ke wilayahnya.

Kendati demikian, Indonesia bersedia menjadi negara yang menampung sementara para pengungsi luar negeri dengan alasan kemanusiaan. “Itu belum final (penarikan kembali ke laut). Pastinya mereka sudah diterima masyarakat,” ungkap Hamdani.

 

Advertisement