GRESIK – Pemerintah Kabupaten Gresik, Jawa Timur akan menanggung seluruh biaya perawatan bayi berkepala dua yang dirawat di RSUD Ibnu Sina, Gresik.
Wakil Bupati Moh. Qosim mengatakan penanggungan biaya tersebut, ”Biaya akan menjadi tanggung jawab pemerintah. Jadi, jangan sampai ada biaya sepeser pun yang dibebankan kepada keluarga bayi,” katanya.
Qosim juga mengatakan jika kinerja tim dokter sudah cukup maksimal. Karena itu, pihaknya akan terus memantau perkembangan bayi, bahkan jika memang bayi tersebut dirujuk ke RSUD dr Soetomo. ”Kami (pemkab, Red) akan selalu monitor,” ujarnya, seperti dilansir Jawapos, Kamis (11/8/2016).
Diberitakan sebelumnya, dr Wiweka Merbawani SpA, dokter yang menangani bayi berkepala dua yang lahir pada Selasa (9/8/2016) tersebut, menjelaskan bahwa kondisi klinis bayi masih cukup stabil. Kondisi itu bersifat sementara. Artinya, kondisi bayi tersebut bisa berubah lebih baik atau buruk.
Menurutnya napas si bayi masih tersengal-sengal, karena pas lahir pun ia mengalami sesak, ”Tapi, sudah agak berkurang (sesaknya, Red). Kemarin suhunya lebih rendah jadi harus pakai slang oksigen,” terangnya.
Hasil foto rontgen menunjukkan bahwa jumlah organ vital pada bayi itu hanya satu. Mulai jantung, paru-paru, hati, hingga lambung. Fungsi masing-masing organ masih belum bisa dipastikan. ”Masih harus dicek lagi,” jelasnya.
Penanganan yang dilakukan tim dokter saat ini yakni terus melakukan koordinasi dengan tim kembar siam RSUD dr Soetomo. Pemantauan kondisi bayi juga dilakukan setiap jam. ”Jika tidak ada kondisi tertentu, akan tetap dirawat di RSUD Ibnu Sina,” tuturnya.





