Semarang Siapkan Langkah Antisipasi Banjir dan Longsor

Ilustrasi banjir di Semarang/ Foto: Liputan6.com

SEMARANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang mulai mewaspadai bencana banjir dan tanah longsor dan menyiapkan langkah antisipasi.

Kepala BPBD Kota Semarang Agus Hermunanto  menjelaskan, salah satu langkah antisipasi adalah membentuk desa siaga bencana. Program ini diklaim sudah berjalan di 33 desa se-Kota Semarang dimana setiap desa memiliki 15 relawan.

Posko utama, lanjut Agus, seperti dikutip metrotvnews,  berada di Kantor BPBD Kota Semarang. Menurutnya, di Semarang ada beberapa daerah yang menjadi langganan banjir dan longsor.

Daerah rawan banjir biasanya berada di wilayah yang berada di aliran Sungai Sringin, Mangkang, dan Banjir Kanal Timur yang masuk ke Sawah Besar. Sedangkan, daerah rawan longsor berada di Tembalang, Candisari, Gunungpati, dan Mijen.

“Karena sudah antisipasi, kebencanaan di Semarang mungkin lebih sedikit. Masalah kebencanaan belum ada yang berarti,” ujar Agus, Kamis (12/10/2017).

Waspada bencana bukan hanya di Semarang saja, namun  sebelumnya Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, sudah meminta masyarakat di seluruh Jawa Tengah mewaspadai datangnya bencana banjir dan tanah longsor saat datangnya musim penghujan.

Hujan yang sudah turun di beberapa wilayah di Jateng berpotensi menimbulkan bencana banjir maupun tanah longsor.

“Kita punya kearifan lokal namanya ilmu titen. Ilmu untuk memperhatikan kondisi alam. Misal kalau hujan turun lebih dari dua jam maka siap-siap mengungsi karena biasanya banjir besar akan datang. Longsor juga bisa diamati dari retakan tanah di bukit dan dataran tinggi,” ujar Ganjar, dilansir  Semarangpos Selasa (10/10/2017).

Advertisement