PALU –Â Arus kendaraan yang melintasi jalur Palu-Kulawi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, yang sebelumnya sempat putus akibat bencana banjir dan tanah longsor, kini sudah kembali normal.
Namun, jalanan masih memprihatinkan dan rawan kecelekaan, seperti diungkapkan salah seorang sopir angkutan pedesaan Palu-Kulawi, Herman, kepada Antara, Senin (16/10/2017).
Banjir yang terjadi Sabtu (14/10/2017) menyebabkan beberapa titik longsor di poros Palu-Kulawi, terutama antara Desa Salua, Kecamatan Gumbasa dengan Desa Sadaunta, Kecamatan Kulawi.
Semenatra Jerry, seorang warga Desa Makuhi, Kecamatan Kulawi Selatan mengungkapkan jika Pemkab Sigi, sehari setelah bencana longsor dan banjir di ruas jalan provinsi itu langsung melakukan upaya perbaikan.
Pemkab Sigi menurunkan sejumlah alat berat untuk membersihkan badan jalan dari material tanah longsor dan pohon tumbang agar kendaraan barang maupun jasa bisa melewati jalur tersebut.
Masalahnya, kata dia, tidak ada jalur lain. Jalur itu merupakan satu-satunya media perhubungan darat yang sangat vital bagi masyarakat di empat kecamatan di Kabupaten Sigi.
Tiga kecamatan itu adalah kecamatan Kulawi, Kulawi Selatan, Pipikoro dan Lindu.
Jika akses jalannya putus, maka akan sangat berdampak bagi perekonomian masyarakat di empat wilayah tersebut karena semua hasil bumi masyarakat di empat kecamatan di Kabupaten Sigi itu dijual ke Kota Palu.
Sebaliknya berbagai jenis kebutuhan sehari-hari masyarakat selama ini dibeli di Kota Palu dan diangkut dengan mobil ke wilayah itu menggunakan jalur Palu-Kulawi.





