SENI

Pertunjukan wayang kulit, yang awalnya menjadi sarana dakwah Sunan Kalijaga.

 

Dalam tinjauan etimologi, kata “seni” berasal dari bahasa Sansekerta “sani ” yang berarti “persembahan” dan “pelayanan”. Dalam bahasa Inggris, “seni” disebut art yang berasal dari bahasa Latin “artem” yang memiliki arti sama.

Sumber seni adalah Tuhan Yang Maha Indah dan suka akan keindahan. Goresan karya-Nya berupa alam raya yang nyata maupun yang tak kasat mata, yang hanya bisa dirasakan oleh sentuhan jiwa.

Tuhan Yang Maha Kreatif tak egois. Dia menganugerahkan imaginasi kepada kita untuk mengembangkan karya-Nya. Tentu, karya yang dititipkan kepada kita bukan tanpa batas. Ada ranah yang tak boleh kita jamah.

Dalam konteks jaman now, ragam seni merasuk ke dalam dunia maya. Gambar dan sentuhan digital yang kita posting bisa mewarnai jiwa pemirsa. Bisa hanya selintas dan ada yang menetap dalam jangka waktu lama.

“Seni tan winates, Gesang menika ringkes.” Kalau diartikan secara harafiah, “Hidup manusia begitu singkat, namun karya seni yang dihasilkannya akan abadi.”

Semoga kita bisa menggoreskan seni yang berbuah kebaikan untuk kemanusiaan.

(Wong Kampung)

Advertisement