BOJONEGORO – Seorang anak bernama Royan (11) meninggal dunia karena tenggelam saat Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Bengawan Solo meningkat Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, Minggu (27/11/2016).
Menurut M. Rozi, salah satu warga setempat, bocah asal Desa Lengkong, Kecamatan Balen itu sekitar pukul 09.20 WIB bermain air di sungai pinggir jalan antara Desa Lengkong dengan Desa Kedungdowo, Balen.
“Seperti biasa, anak kecil kan saat ada banjir senang bermain air. Ia bersama satu temannya bernama Hikam,” ujarnya, dikutip dari beritajatim.
Namun nahas, kedua bocah itu tiba-tiba terjun di irigasi yang kedalaman airnya sekitar satu meter. Karena belum bisa berenang, keduanya akhirnya tenggelam.
(Baca Juga: Bojonegoro Siaga Merah Hadapi Banjir Luapan Bengawan Solo )
“Satu korban bernama Hikam berhasil ditolong warga yang melihat, sedangkan Royan tidak bisa diselamatkan,” terangnya.
Sekitar pukul 11.30 WIB, korban yang masih duduk dibangku kelas V Madrasah Ibtidaiyah (MI) Desa Lengkong tersebut diperiksa oleh pihak kepolisian sektor Balen dan Puskesmas Balen. Hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas luka, dan korban dipastikan meninggal dunia karena tenggelam.
Seperti diketahui, sejak kemarin siang air Sungai Bengawan Solo terus meluap ke perkampungan dan persawahan di pinggir bantaran bengawan solo. Kecamatan Balen termasuk wilayah yang terkena luberan air, sehingga jalan desa, persawahan dan rumah warga banyak yang tenggelam.





