TUBAN – Banjir luapan Sungai Bengawan Solo yang melanda di wilayah Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban bertambah parah di hari ini, Minggu (27/11/2016), dibandingkan Sabtu (26/11/20160 kemarin.
Akibat banjir tersebut, satu desa di Kecamatan Rengel terisolir lantaran akses jalan terendam banjir dengan ketinggian mencapai sekitar 1 meter. Selain itu puluhan rumah warga juga terendam air banjir sejak tadi malam saat debet air bengawan itu mengalami peningkatan drastis.
Satu desa yang mengalami terisolir tersebut merupakan Desa Tambakrejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban. Yang mana desa tersebut berada langsung di pinggir Bengawan Solo yang tidak ada tanggul penahan air.
Aktivitas warga pun sangat terganggu lantaran ketinggian air di jalan-jalan desa itu mencapai ketinggian hampir 1 meter.
“Ya ini terisolir mas, jalannya terendam air. Kalau rumah di dukuhan sini masih belum ada yang kemasukan air, karena sudah banyak yang ditinggikan,” terang Mulyo Utomo (38), warga Desa Tambakrejo, dikutip dari beritajatim.
Selain jalan, lahan pertanian juga sudah banyak yang terendam air banjir luapan Bengawan Solo itu. Sehingga para petani di desa tersebut terpaksa harus melakukan panen dini khususnya tanaman Jagung yang sebentar lagi panen.
“Ya terpaksa harus dipanen, karena sudah terendam banjir. Kalau yang Padi paling baru sekitar satu bulan,” lanjutnya.
Sementara itu, di Desa Tambakrejo terdapat sejumlah rumah warga dan juga gedung sekolah yang sudah terendam banjir sejak kemarin siang. Namun meski rumah sudah terendam banjir, warga tetap bertahan di rumah dan menyelamatkan barang-barang mereka dengan ditaruh di tempat tinggi.





