Kidal—Seorang penjaga perdamaian Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) tewas dan delapan lainnya terluka dalam sebuah serangan terhadap kamp mereka di Mali yang berbatasan dengan Aljazair, Senin (3/10/2016).
Korban tewas dalam serangan di kamp Aguelhok tersebut penjaga perdamaian asal Chad.
Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengutuk serangan terkoordinasi tersebut, yang ditujukan kepada personel MINUSMA di Mali. Ban menyebut serangan terhadap penjaga perdamaian adalah sebuah kejahatan perang.
“Setelah terjadinya serangan mortir terhadap kamp Aguelhok, dua kendaraan militer dikerahkan dan mengenai sebuah bahan peledak yang berujung pada tewasnya satu anggota,” ujar pernyataan MINUSMA, seperti dikutip AFP.
Seperti diketahui, Mali Utara jatuh ke tangan militan pada awal 2012.
Prancis mengintervensi pada Januari 2013 untuk mengusir ekstremis dari Mali, dan misi PBB dikerahkan beberapa bulan setelahnya. Namun sejumlah wilayah di Mali hingga saat ini tidak dikontrol pasukan pemerintah maupun PBB.
Pengamat mengatakan, persaingan antar grup bersenjata di Mali berimbas pada memburuknya situasi keamanan di wilayah utara.
Sebelumnya, Ban telah mengekspresikan kekhawatirannya atas pelanggaran gencatan senjata yang dibentuk di Mali tahun lalu.
Satu prajurit PBB tewas dan empat lainnya terluka setelah kendaraan mereka terkena ledakan di Kidal, Mali, pada 7 Agustus. Semua korban berasal dari Chad. Total 32 personel MINUSMA tewas sepanjang tahun ini.




