TOKYO – Seorang veteran Korps Marinir Amerika Serikat saat Perang Dunia II mengembalikan sebuah bendera yang diambilnya dari mayat seorang tentara Jepang yang tewas di Saipan, 1944. Bendera itu dikembalikan ke keluarga tentara Jepang tersebut.
Marvin Strombo melakukan perjalanan dari Montana ke Higashishirakawa, Jepang, untuk memenuhi sebuah janji yang telah dia buat pada dirinya sendiri saat dia mengambil bendera tersebut dari seorang tentara yang tewas dalam Pertempuran Saipan, 1944. Strombo saat itu menjadi seorang penembak jitu yang tergabung dalam Divisi Kelautan ke-2.
Bendera milik Sadao Yasue, dikembalikan kepada adik laki-laki Sadao, Tatsuya, dalam sebuah upacara yang dihadiri dua saudara perempuan Tatsuya.
Saat itu, Strombo terpisah dari pasukannya dan berjalan ke titik temu. Di tengah jalan, ia menemukan mayat dengan bendera menempel di dadanya.
“Saya tahu ini sangat berarti baginya, tapi saya tahu jika saya meninggalkannya di sana, orang lain mungkin datang dan mengambilnya. Bendera bisa hilang selamanya,” kata Strombo.
“Saya berjanji pada dirinya sendiri, bahwa suatu hari nanti, saya akan mengembalikan bendera itu setelah perang usai.”
Strombo memegang bendera sejak saat itu dan sering memikirkan janjinya. Baru pada saat dia menghubungi Obon Society, yang membantu mengembalikan barang-barang pribadi yang diambil oleh tentara Amerika sebagai suvenir perang, dia dapat mengembalikannya.
Saudara laki-laki Sadao mengatakan bahwa rasanya seperti semangat saudara laki-laki mereka yang telah meninggal telah kembali ke rumah setelah 73 tahun.
Dikutip dari UPI, upacara serah terima tersebut, jatuh pada liburan Oban, saat veteran Jepang seharusnya pulang ke rumah mereka dan menghabiskan waktu bersama anggota keluarga.





