YOGYAKARTA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengatakan 10 dari 18 kecamatan di Gunung Kidul telah mengalami kekeringan.
Kepala Pelaksana BPBD Gunung Kidul Edy Basuki mengatakan pihaknya telah mendistribusikan 1.200 tangki dari alokasi 2.200 tangki air bersih kepada warga terdampak kekeringan.
“Sampai saat ini, kami sudah menyalurkan air bersih terdampak kekeringan sebanyak 1.200 tangki. Kami perkirakan jumlah warga yang membutuhkan air bersih masyarakat hingga musim hujan pada Oktober nanti,” kata Edy Basuki.
Adapun total warga terdampak sebanyak 99.559 jiwa. Sebanyak 10 kecamatan tersebut sudah mengajukan permohonan distribusi air bersih kepada BPBD.
Untuk penyaluran air bersih, Edy mengakui desa di Kecamatan Girisubo merupakan wilayah yang paling banyak mendapatkan bantuan. Total di Kecamatan Girisubo sudah ada 400 tangki air yang didistribusikan ke masyarakat di sejumlah desa seperti Balong, Karangawen, Jepitu, Nglindur, Tileng hingga Pucung. Selanjutnya, Kecamatan Rongkop menjadi wilayah yang mendapatkan bantuan terbanyak ke dua dengan jumlah 288 tangki.
Kemudian, Kecamatan Tepus ada 144 tangki, Tanjungsari sebanyak 132 tangki, Panggang sebanyak 108 tangki. Untuk Kecamatan Paliyan tersalurkan 32 tangki, Wonosari ada empat tangki, Semin sebanyak 48 tangki dan Saptosari mendapatkan bantuan 44 tangki. Data tersebut masih bisa bertambah karena bersifat dinamis sesuai kondisi ketersediaan air di masyarakat.
“Berdasarkan pendataan, di Gunung Kidul hanya Kecamatan Karangmojo dan Playen yang terbebas dari krisis air. Sedangkan 16 kecamatan lainnya akan terdampak akibat musim kemarau,” katanya, dikutip Antara.





