Serangan Hama Belalang di Sumba Timur Sudah KLB

Ilustrasi/Ist

KUPANG-Bupati Sumba Timur Gidion Mbilijora menyatakan, hama belalang yang menyerang pertanian Kabupaten Sumba Timur berstatus kejadian luar biasa (KLB).

Kita sudah tetapkan serangan hama belalang sebagai kejadian luar biasa karena intesitasnya semakin banyak,” katanya seperti dikutip Antara Kupang, Jumat (15/07/2016).

Hama belalang menyerang lahan lahan pertanian di lima Kecamatan Rindi, Pandawai, Kahaungueti, Pahunga Lodu dan Hahardi Sumba Timur yang dihuni lebih dari 35 ribu masyarakat Sumba Timur dan menyebar ke kecamatan lain.

“Sekarang serangan hama belalang sudah sampai ke Kecamatan Kambata Mapabuhang sehingga jumlah semakin bertambah,” katanya.

Hama belalang tersebut meresahkan ribuan masyarakat petani, karena berbagai tanaman padi, jagung, kacang-kacangan, pisang hingga pohon kelapa yang menjadi sumber penghasilan pertanian menjadi rusak.

“Beruntung beberapa lahan pertanian lolos karena sudah mengalami musim panen sebelum diserang hama belalang,” katanya.

Serangan hama itu telah terjadi sejak sebulan lalu dan telah menjangkau lebih dari 30 area lahan pertanian. Dan daerah yang lebih banyak terjadi di lokasi padang rumput dan sebagain sudah menyerang tanaman warga.

.

Bupati Gidion mengatakan,sudah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Nusa Tenggara Timur dan telah ada petugas dari dinas terkait yang turun ke lapangan untuk membasmi hama belalang.

Ia berharap, serangan hama belalang yang semakin meresahkan masyarakat petani di daerahnya menjadi perhatian serius dari Pemerintah Nusa Tenggara Timur.

“Kita membutuhkan lebih banyak tenaga dan bantuan alat dan obat pembasmi karena penyebaran hama belalang semakin luas,” katanya.

Advertisement