Serangan Israel di Gaza, 25 Terluka Termasuk Enam Anak

Ilustrasi tim penyelamat mencari korban ledakan Gaza/ Reuters
GAZA – Lebih dari 20 orang Palestina terluka dalam serangan artileri dan serangan Israel terhadap Jalur Gaza yang terkepung, di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah-wilayah pendudukan setelah pengakuan presiden AS terhadap Yerusalem al-Quds sebagai ibukota Israel.

Pasukan Israel menembakkan peluru artileri ke sebuah pos pemeriksaan milik pasukan perlawanan Palestina di timur laut kota Beit Hanoun, Gaza utara, pada Jumat (8/12/2017) malam.

Sebuah jet Israel juga menargetkan sekelompok pejuang perlawanan di timur Beit Hanoun dan  di kota Beit Lahia.

Tiga roket Israel ditembakkan di daerah Shaikh Zayed di Gaza utara.

Reuters mengutip Kementerian Kesehatan Palestina sebuah perkataan bahwa 25 warga Palestina, termasuk enam anak-anak, terluka dalam serangan tersebut.

Tel Aviv mengklaim bahwa pasukan perlawanan Palestina telah menembakkan sejumlah roket ke posisi militer Israel.

Pada hari Jumat, bentrokan pecah antara pasukan Israel dan Palestina yang melakukan demonstrasi menentang keputusan Presiden Donald Trump yang baru-baru ini untuk mengakui Yerusalem al-Quds yang diduduki sebagai ibu kota Israel meskipun mendapat tentangan internasional yang luas terhadap tindakan tersebut.

Trump mengumumkan keputusannya pada hari Rabu. Dia mengatakan Washington akan memindahkan kedutaan AS di tanah yang diduduki dari Tel Aviv ke Yerusalem al-Quds.

Sebagai reaksi atas pengumuman tersebut, warga Palestina mengadakan demonstrasi di Tepi Barat, Yerusalem al-Quds, dan Gaza.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan Mahmoud al-Masri, 30, ditembak mati oleh pasukan Israel di kota selatan Gaza Khan Yunis pada hari Jumat.

Pada hari Kamis, militer Israel mengatakan sebuah pesawat terbang dan sebuah tank telah menargetkan dua pos keamanan di Gaza.

Advertisement