SURIAH – Tiga warga sipil telah kehilangan nyawa mereka dan beberapa lainnya menderita luka-luka ketika koalisi yang dipimpin AS konon memerangi kelompok teroris ISIS dengan melakukan serangkaian serangan udara di provinsi timur Dayr al-Zawr.
Sumber-sumber lokal mengatakan kepada kantor berita resmi Suriah SANA bahwa serangan udara menghantam kota al-Tayyaneh di provinsi itu pada Sabtu (2/9/2019).
Aliansi militer telah berulang kali dituduh menargetkan dan membunuh warga sipil.
Suriah dalam beberapa kesempatan mengecam serangan udara oleh koalisi pimpinan AS, meminta PBB untuk memaksa Washington dan sekutunya untuk mengakhiri intervensi militer mereka di negara Arab.
Sumber-sumber lokal, yang tidak menyebutkan nama mengatakan kepada SANA bahwa 20 orang tewas dalam serangan itu ketika pesawat tempur pimpinan AS membombardir bangunan tempat tinggal di al-Baghuz al-Tahtani.
“Kejahatan baru ini sejalan dengan tindakan kriminal yang dilakukan koalisi pimpinan AS yang dilakukan secara sistematis dan setiap hari terhadap rakyat Suriah, dan dalam pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan Suriah dan integritas wilayah,” kata pernyataan tersebut.
“Kegiatan aliansi ini ilegal karena telah dibentuk di luar kerangka kerja PBB. Tindakan semacam itu hanya berkontribusi pada ekspansi organisasi teroris ekstremis, terutama Daesh. Kerjasama dan koordinasi antara kelompok-kelompok teroris ini dan aliansi ini telah didokumentasikan dalam banyak surat yang dikirim Republik Arab Suriah ke Dewan Keamanan, ”tambahnya.
Kementerian itu juga meminta Dewan Keamanan PBB untuk memikul tanggung jawabnya sehubungan dengan pembentukan perdamaian dan keamanan internasional, dan segera menghentikan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan oleh koalisi “jahat” ini terhadap warga sipil dan infrastruktur Suriah.
Ia juga menuntut agar Dewan mengambil tindakan yang diperlukan untuk menetapkan mekanisme internasional untuk menghukum para pelaku kejahatan semacam itu.





