Serangan Udara Saudi Rusak Bandara di Yaman

Ilustrasi/ Press TV
YAMAN – Jet tempur Arab Saudi telah menyerang bandara di ibukota Yaman, Sana’a, dan memperburuk situasi kemanusiaan yang sudah mengerikan di negara yang dilanda perang tersebut.

Menurut pejabat Yaman pada hari Selasa (14/11/2017), menara navigasi darat bandara dan bagian landasannya rusak akibat serangan udara.

PBB telah mengkonfirmasi serangan tersebut, mencatat bahwa kerusakan akibat serangan tersebut tidak akan menghentikan kedatangan pengiriman bantuan jika Saudi menghormati janji mereka untuk melonggarkan blokade tersebut.

Pengumuman tersebut muncul setelah PBB dan lebih dari 20 kelompok bantuan mengecam keras blokade tersebut, dengan memperingatkan bahwa hal itu dapat membuat jutaan orang lebih dekat dengan “kelaparan dan kematian.”

Awal bulan ini, Arab Saudi mengumumkan bahwa pihaknya telah menutup perbatasan udara, laut, dan darat Yaman, setelah pejuang Yaman menargetkan sebuah bandara internasional di dekat ibukota Saudi dengan sebuah rudal jelajah.

“Ini tidak akan berdampak pada operasi kami begitu mereka melanjutkan,” kata Jamie McGoldrick dari PBB.

Sebelumnya pada hari itu, McGoldrick mencatat bahwa sejauh ini ada “tidak ada indikasi” bahwa Saudi akan mencabut blokade seperti yang baru saja diumumkan.

Juru bicara PBB Stephane Dujarric juga mengatakan kepada wartawan bahwa tanpa bandara Sana’a dan pelabuhan Hudaydah dan Salif berfungsi penuh dan dapat menerima muatan, “situasi kemanusiaan yang mengerikan akan semakin memburuk.”

Dia menambahkan bahwa tujuh juta orang sudah berada di ambang kelaparan, dan blokade hanya akan membawa mereka lebih dekat ke penderitaan.

Advertisement