
YAMAN – Kelompok bantuan Save the Children mengatakan tujuh orang, termasuk empat anak-anak, tewas dalam serangan udara di dekat sebuah rumah sakit di daerah pedesaan Yaman barat laut.
Organisasi itumengatakan dalam sebuah perny ataan yang dikirim ke kantor berita Associated Press bahwa sebuah rudal menghantam sebuah pompa bensin di dekat pintu masuk ke rumah sakit pedesaan Kitaf, sekitar 100 km dari kota Saada, pada Selasa (26/3/2019) jam 9.30 pagi waktu setempat.
“Rudal itu dikatakan telah mendarat dalam jarak 50 meter dari bangunan utama fasilitas itu,” katanya.
Organisasi itu mengatakan rumah sakit telah buka selama setengah jam dan banyak pasien serta staf tiba pada pagi hari yang sibuk.
Di antara yang tewas adalah seorang pekerja kesehatan dan dua anak pekerja dan seorang penjaga keamanan.
Save the Children, yang melaporkan awal pekan ini bahwa rata-rata 37 anak Yaman sebulan telah terbunuh atau terluka oleh bom asing pada tahun lalu, menuntut penyelidikan segera atas serangan itu.
Helle Thorning-Schmidt, kepala eksekutif organisasi itu, mengatakan, “Kami terkejut dan terkejut dengan serangan yang keterlaluan ini.
“Anak-anak dan petugas kesehatan yang tidak bersalah kehilangan nyawa mereka dalam apa yang tampaknya merupakan serangan sembarangan terhadap sebuah rumah sakit di daerah sipil yang padat penduduk,” katanya.
“Serangan seperti ini adalah pelanggaran hukum internasional.”
Thorning-Schmidt mengatakan rumah sakit adalah salah satu dari banyak dukungan Save the Children di Yaman, “tetapi dari waktu ke waktu, kita melihat pengabaian yang dilakukan oleh semua pihak yang bertikai di Yaman untuk aturan dasar perang.”
Konflik di Yaman dimulai dengan pengambilalihan ibukota 2014, Sanaa, oleh pemberontak Houthi, yang menggulingkan pemerintah Abed Rabbo Mansour Hadi.
Koalisi yang dipimpin Saudi yang bersekutu dengan pemerintah Hadi yang diakui secara internasional telah berperang melawan Houthi sejak 2015.
Thorning-Schmidt menyerukan penangguhan segera penjualan senjata ke pihak-pihak yang bertikai dan tekanan diplomatik untuk mengakhiri konflik.
“Kita harus menghentikan perang terhadap anak-anak ini,” katanya, dilansir Aljazeera.




