JAKARTA – Kebakaran sering terjadi di Pasar Senen dalam sepuluh tahun terakhir, sehingga menurut Pengamat Perkotaan Yayat Supriatna, ada yang salah dari pengawasan, pengelolaan dan perawatan dari Gedung Pasar Senen.
Pasalnya sudah berkali-kali mengalami hal tersebut. Sebelumnya, pada tahun 2014 lalu blok III Pasar tersebut juga pernah dilalap si jago merah. Terakhir, pada Kamis (19/1/2017) kemarin kebakaran dahsyat tersebut terulang lagi di blok I dan II.
Bahkan kebakaran di awal tahun ini berlangsung lebih dari 24 jam dan telah menghanguskan ribuan kios para pedagang Pasar Senen.
“Pasar Senen pernah beberapa kali terbakar itu menunjukkan bahwa ada yang bermasalah di dalamnya jadi kalau gedungnya berkali-kali terbakar berarti persoalan perawatan, pemeliharaan dan pengawasan tidak maksimal dari pihak pengelola,” ujar Yayat kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (21/1/2017).
Menurutnya, seharusnya dalam pembangunan suatu gedung pihak pengelola harus selalu memperhatikan sisi keamanan, kenyamanan dan keselamatan (3K). Karena, kata dia, hal itu merupakan syarat awal untuk mempergunakan bangunan.
Sebelumnya, pihak pemadam kebaran menduga bahwa kebakaran hebat itu tejadi lantaran adanya korsleting listrik dari salah satu ruko. Namun, kata Yayat, hal itu justru kembali tergantung pada pengawasan pengelola. Apalagi, lanjut Yayat, pemakaian listrik Pasar Senen sangat rentan disalahgunakan.
Tak hanya pihak pengelola, menurut Yayat pihak penyewa seharusnya juga selalu waspada dalam menjaga keamanan. Yayat pun mengimbau agar penyewa tidak sembarangan menggunakan instalasi listrik yang ilegal demi keuntungan pribadi.
“Tapi juga bisa disebabkan oleh para penyewa. Bisa aja menambah instalansi tambahan, dan lainnya,” katanya, dikutip dari Republika.





