
PALU – Ribuan penyintas gempa Palu, Sulawesi Tengah hingga kini masih tinggal di tenda darurat dan menunggu kepastian mendapatkan hunian tetap.
Adriansa Manu, Koordinator “Sulteng Bergerak,” mengatakan meski sudah setahun lebih berupaya menangani korban dampak bencana alam itu, hingga kini masih ada ribuan warga yang tinggal di tenda-tenda darurat menunggu kepastian kapan mereka dapat pindah ke hunian sementara maupun hunian tetap.
Menurutnya sedikitnya ada ada 4.421 warga kota Palu yang masih tinggal di tenda-tenda darurat di berbagai lokasi.
“Di mana warga masih tinggal di kamp-kamp pengungsian, mereka esok belum tahu makan apa. Olehnya kita berharap Jokowi tetap datang ke Palu, tetap datang ke Donggala, harus tetap datang ke Sigi dan Parigi Moutong untuk melihat langsung kondisi rakyatnya. Itu harapan kita,” harap Adriansa Manu.
Secara terpisah Walikota Palu, Hidayat, mengatakan sebagian warga yang ada di tenda-tenda darurat lebih memilih berada di sana dan enggan pindah ke hunian sementara. Alasannya karena dinilai jauh dari tempat asal mereka.
Pemerintah Kota Palu, ujarnya, berupaya keras mendorong percepatan pembangunan hunian-hunian tetap atau huntap, yang sebagian diantaranya dibangun di lokasi yang aman dan berada tidak jauh dari tempat tinggal warga sebelumnya yang rusak akibat bencana alam, tetapi masih membutuhkan waktu.
“Sekarang ini lagi tahap pembangunan Huntap. Di Balaroa itu saya bangun sebanyak 127 unit akan ditambah oleh kementerian PUPR sebanyak 73 unit, jadi ada 200 huntap disana, kemudian sisanya itu akan direlokasi ke huntap Tondo Talise, nah sekarang sedang dibangun oleh Budha Tzu Chi dan beberapa yayasan,” jelas Hidayat pada VOA, Senin (21/10/2019).




