Setelah 44 Jam Tersesat di Gua, Enam Mahasiswa Malang Berhasil Dievakuasi

Ilustrasi/ Gosumatera

MALANG – Selama 44 jam enam mahasiswa yang tergabung dalam Divisi Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Muhammadiyah Malang (Dimpa UMM) menghilang di  Gua Bangi di Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang bagian Selatan.

Mereka menghilang sejak Minggu (5/3/2017) pukul 07.00 WIB, dan akhirnya berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh para seniornya, Senin (6/3/2017 ) pukul 16.45 WIB.

“Ketika ditemukan di dasar gua, mereka nampak kelelahan dan lemas di dasar gua akibat kekurangan oksigen dan kehabisan bekal setelah berulangkali gagal mencari jalur balik keluar gua,” ujar Kahumas UMM, Rina Wahyu Setyaningrum, Senin malam, dilansir beritasatu, Selasa (7/3/2017).

Kronologi hilangnya keenam mahasiswa bermula dari empat orang anggota Dimpa yang masuk melakukan susur gua. Namun setelah tujuh jam tidak kunjung kembali, dua orang yang semula menunggu di mulut gua menyusulnya.

Sayangnya, justru mereka berenam akhirnya tersesat dan kehilangan jalan keluar hingga terpaksa menunggu pertolongan. Beruntung tim senior mengetahui hal itu dan baru Senin siang dilakukan penyusuran tuim senior dan berhasil mengevakuasi mereka satu persatu dari dasar gua.

Evakuasi berlangsung lambat karena ada jalur yang sempit, dan proses evakuasi berlangsung hingga lima jam. Sesudah berada di luar gua, mereka langsung dilarikan ke Puskesmas Donomulyo untuk mendapatkan bantuan kesehatan.

Keenam anggota Dimpa UMM itu antara lain Anis Febrianti Rahmanda (Fakultas Ilmu dan Teknologi Pangan, angkatan 2014); Tagar Al Azis (Fak Teknik Elektro, angkatan 2015); Hera Amalia (Fak Ekonomi Bisnis Jurusan Akutansi, angkatan 2015); Nabilla Fauziah (FISIP Jurusan HI, angkatan 2016) dan Dwi Chandra Hardiansyah, mahasiswa FT Mesin, angkatan 2014 serta Tengku Zulkifar, alumnus FISIP Jurusan HI angkatan 2009.

Advertisement