Setengah Juta Anak di Yaman Berisiko Kekurangan Gizi Akut

Suasana setelah serangan roket oleh gerilyawan Houthi di Provinsi Maarib, Yaman. (Foto: Anadolu Agency)

SANAA – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa sekitar 500.000 anak di wilayah pemerintahan Yaman menghadapi risiko kekurangan gizi akut tahun ini.

Menurut pernyataan bersama dari FAO, UNICEF, dan WFP, diperkirakan sekitar setengah juta anak akan mengalami kekurangan gizi akut pada 2023, termasuk hampir 100.000 anak yang kemungkinan akan menderita kekurangan gizi kronis.

Selain itu, dilansir dari Anadolu, perkiraan PBB juga menunjukkan bahwa sekitar seperempat juta perempuan hamil dan menyusui akan mengalami kekurangan gizi akut.

Yaman adalah salah satu negara yang paling berisiko mengalami kelaparan, yang sebagian besar disebabkan oleh dampak konflik dan penurunan ekonomi.

Badan-badan PBB di Yaman terpaksa menghentikan bantuan mereka kepada jutaan orang dalam beberapa bulan terakhir, karena kurangnya dana untuk operasi kemanusiaan.

Sejak 2014, Yaman telah dilanda kekerasan dan ketidakstabilan setelah pemberontak Houthi yang bersekutu dengan Iran menggulingkan pemerintah dan merebut sebagian besar kota, termasuk ibu kota Sanaa.

PBB mencatat bahwa perang saudara yang berkecamuk selama sembilan tahun telah menewaskan hampir 400.000 orang di Yaman dan menyebabkan jutaan orang mengungsi. Oleh karena itu, Yaman mengalami salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Sumber: Antara

Advertisement