Setiap Hari, 220 Ton Sampah di Semarang Dibuang Sembarangan

Ilustrasi, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah, Bantar Gebang. Foto:Antara

SEMARANG – Populasi penduduk Kabupaten Semarang yang terus meningkat mengakibatkan produksi sampah di daerah ini juga terus mengalami peningkatan.

Pihak Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang mencatat, produksi sampah saat ini mencapai 320 ton per hari. Permasalahannya adalah, sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Blondo, di Kecamatan Bawen baru berkisar 100 ton per hari.

Sementara sekitar 220 ton sampah per hari tidak masuk ke TPA ini. Kemungkinan, sampah-sampah ini dibuang ke sungai atau tempat lain yang tidak semestinya.

“Artinya, kesadaran warga Kabupaten Semarang untuk membuang sampah pada tempatnya masih kurang,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan, Pertamanan dan Penerangan Jalan (KPPJ) DPU Kabupaten Semarang, Pranoto, Ahad (23/10/2016), dikutip dari Republika.co.id.

Ia miris dengan fakta peningkatakan produksi sampah yang tidak diimbangi kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Padahal, pembuangan sampah secara sembarangan bisa berdampak pada lingkungan dan memicu terjadinya banjir. “Ini persoalan serius yang mendesak untuk ditangani,’’ katanya.

Pranoto mengakui, DPU belum mampu menangani seluruh sampah di Kabupaten Semarang. Sehingga dibutuhkan peran serta masyarakat untuk menjaga kebersihan.

Salah satunya, kata dia, tidak membuang sampah sembarangan, apalagi di sungai. Sebab menangani sampah, tanpa ada kesadaran masyarakat tidak membuang sampah sembarangan juga percuma. “Oleh karena itu dibutuhkan peran serta masyarakat untuk mengatasi masalah sampah di Kabupaten Semarang ini,” jelasnya.

Advertisement