JAKARTA – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) bersama Foodbank of Indonesia (FOI) menggelar aksi Street of Hope untuk membangun partisipasi publik dalam memerangi kelaparan dan kurang gizi pada anak.
Aksi yang digelar Minggu (23/10/2016) pagi tadi tak hanya melibatkan pemerintah dan lembaga masyarakat. Bahkan Badan usaha, sekolah, orang tua, hingga anak-anak tampil bersama.
“Karena kalau hanya pemerintah, tidak bisa,” kata Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian PPPA Lenny Rosalin kepada Tempo di Kementerian ESDM, Jakarta.
Acara tersebut diisi penggalangan dana dan pangan. Donasi tersebut nantinya akan disalurkan kepada mereka yang membutuhkan. Selain itu, hadir pula perusahaan dan lembaga yang bekerja sama dengan FOI seperti Danone, JNE, Eksport, dan Breadlife yang turut mendukung Deklarasi Solidaritas Pangan dan Gizi yang diadakan oleh FOI.
Menurut Lenny, merangkul banyak pihak untuk membantu meningkatkan hak anak atas kesehatan, terutama aspek gizi, sangat penting. Pasalnya, jumlah anak yang belum mendapatkan asupan gizi cukup masih banyak.Kemen
Berdasarkan data Organisasi Pangan Dunia (FAO) pada 2015, hampir 37 persen atau sebesar 7,6 juta balita di Indonesia menderita stunting atau kekerdilan akibat kekurangan gizi. FAO juga mencatat sebanyak 56 persen anak pergi ke sekolah dengan perut Iapar sehingga menghambat konsentrasi. Jumlahnya meningkat dibandingkan 2014 yang mencapai 40 persen.
Lenny mengatakan aksi Street of Hope juga diharapkan bisa membantu pencapaian salah satu target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) terkait dengan kelaparan dan asupan gizi. Pasalnya, laporan Gizi Global pada 2014 menyatakan Indonesia merupakan satu dari 31 negara yang mungkin tidak akan mencapai target global untuk menurunkan angka kurang gizi pada 2025.




