Shofwan Al Banna: Bencana Kemanusiaan Diakibatkan Konteks Politik Negara

JAKARTA – Shofwan Al Banna Choiruzzad, Dosen Hubungan Internasional Universitas Indonesia, selaku salah satu pembicara pada perhelatan Youth for Peace Camp mengataan jika aktivis kemanusiaan harus mengerti ilmu politik.

Menurutnya,  isu kemanusiaan di dunia tak lepas akibat dari peperangan politik, terutama adalah politik ekonomi. Segala bentuk kasus emergensi yang ada di dunia, secara bertahap akan menciptakan masalah ekonomi. Hal tersebut juga bertahap akan berdampak pada masalah kemanusiaan.

“Saat kalian terjun dalam dunia kemanusiaan, maka setidaknya kalian harus memahami ilmu politik, terutama politik ekonomi. Apapun bidang studi kalian, saya harap secara formal maupun informal, kalian belajar juga memahami tentang politik dan kemanusiaan. Aktivis kemanusiaan juga harus menjadi ilmuwan politik,” tuturnya,pada para pemuda dari berbagai belahan dunia yang hadir dalam seminar yang digelar pada 17-21 Januari 2022 tersebut.

Kejahatan kemanusiaan di berbagai belahan dunia tidak kunjung berhenti terjadi hingga saat ini. Hal ini tentu menimbulkan rasa ketidaknyamanan terhadap para pengungsi yang terdampak. Akibatnya, mereka terpaksa mencari perlindungan (suaka) dengan mengungsi ke negara-negara dermawan, termasuk Indonesia.

Negara-negara dengan pengungsi terbanyak di antaranya adalah Syria, Afganistan, Myanmar, Kongo, Somalia dan banyak lagi lainnya, mencari perlindungan pada negara-negara ketiga, namun hal ini tentu tidaklah mudah. Sebelum para pengungsi dan mencari perlindungan di negara ketiga, tidak jarang mereka mengalami kesulitan untuk harus menunggu waktu yang cukup lama sampai mereka benar-benar mendapatkan perlindungan suaka, apalagi sampai mereka dipulangkan ke negara asalnya.

“Banyaknya pengungsi disebabkan karena tingginya kasus darurat kemanusiaan. Ditambah faktor politik menjadikan semakin komplikasi,” ucapnya,seperti dikutip dari dompetdhuafa.org.

Ia kembali menegaskan, kasus-kasus kekejaman kemanusiaan dan hilangnya rasa kedamaian di dunia banyak disebabkan oleh kepentingan politik individu maupun kelompok tertentu. Maka ia berpesan kepada para peserta untuk peduli dan turut belajar mengenai isu-isu politik nasional yang ada di negara masing-masing, maupun politik global.

“Bencana kemanusiaan diakibatkan oleh konteks politik tertentu yang ada di negara kita masing-masing,” tegasnya.

Advertisement