Shopee dan 3 LAZ Kembali Ajak Masyarakat Donasikan Bantuan dalam Recovery Lombok

 

JAKARTA (KBK) – Peduli terhadap proses recovery Lombok, Shopee bersama Aksi Cepat Tanggap, Dompet Dhuafa dan Rumah Zakat menggelorakan kampanye “Shopee Bersama Lombok”.

Country Brand Manager Shopee Rezki Yanuar mengatakan Shopee berkomitmen kuat untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat Lombok yang terdampak bencana gempa.

“Untuk itu kami menggandeng tiga LAZ. Dengan adanya kampanye ini dapat memberikan alternatif kepada masyarakat untuk berpartisipasi menyalurkan bantuan kepada korban gempa Lombok,” ucap Rezki dalam keterangan persnya di Jakarta (24/9).

Vice President Aksi Cepat Tanggap Rini Maryani mengatakan musim hujan telah datang lebih cepat di Lombok. Fenomena alam tersebut tersebut tambah Rini sangat mengancam tenda-tenda pengungsi terutama yang dihuni oleh lansia, wanita dan anak-anak. Kampanye ini tambahnya bisa menjadi alat pengingat untuk membantu masyatakat Lombok.

“Ini fase (recovery) sangat krusial agar masyarakat Lombok bisa melanjutkan kehidupannya,” jelas Rini.

Chief Marketing Officer Rumah Zakat Irfan Nugraha menuturkan beberapa program Rumah Zakat di Shopee dalam aksi recovery masa pemulihan akan dilanjutkan dengan aksi pemberdayaan berkelanjutan.

Di antaranya akan ada 30 desa berdaya, masjid tahan gempa dan fasilitator pemberdaya untuk mengajak masyarakat ikut berpartisipasi membangun rumah dengan teknologi ramah gempa.

“Perbaikan kualitas layanan pengungsi menjadi fokus kami,” terang Irfan.

Menurut GM Resource Mobilisation Dompet Dhuafa Bambang Suherman, Dompet Dhuafa telah lama menjalin kerjasama dengan shopee dan bersedia melanjutkan kerjasama karena tugas utama Dompet Dhuafa  adalah mengajak sebanyak mungkin pihak untuk menaruh konsentrasi ke masalah kemanusiaan.

“Kita harus mengawal proses transisi dalam masa recovery ini dengan baik karena akan memberikan sumbangsih besar pada pengurangan trauma,” jelas Bambang.

Agar kehidupan masyarakat kembali normal, lanjut Bambang proses pembangunan hunian korban harus segera dipercepat.

“Kita harus mempercepat proses ini agar mereka dapat pulih dan bisa memikirkan kehidupan esok. Tidak terus larut dalam kesedihan dan akan memalingkan stres korban terhadap situasi,” pungkasnya.

Advertisement