
Walau menggunakan nama bunga, siklon Kenanga yang terbentuk di atas perairan Samudera Hindia dan sirkulasinya sikloniknya muncul di Kepulauan Anambas dan Selat Malaka, sama sekali tidak menebar wangi, melainkan menciptakan gelombang laut tinggi dan hujan yang merata.
Siklon Kenanga bergerak kea rah barat daya menjauhi Inonesia dengan kecepatan tujuh knot atau 13 Km per jam sehingga akan meningkatkan kecepata angin di sebagian wilayah pesisir barat Pulau Sumatera dan meningkatkan tinggi gelombang laut.
Deputi Bidang Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Mulyono Rahardi, Minggu lalu mengemukakan siklon Kenanga memicu turunnya hujan dengan intensitas tinggi (lebat) di wilayah Aceh, Riau, Jambi, Kepulauan Banga Belitung, Sumatera Selatan, NTB, Kalimantan Utara, Maluku Utara, papua Barat dan Papua.
Wilayah ibukota dan Tangerang sampai Kamis depan (20/12) diperkirakan berawan dan turun hujan ringan pada pagi dan siang hari, sedangkan wilayah Depok, Bogor dan Bekasi diperkirakan akan diguyur hujan lebat pada sore atau malam hari.
Sementara menurut Kasubbidang Produksi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG Siswanto, wilayah pesisir barat Sumatera dari Sumatera Utara hingga Lampung, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Banten dan Jawa Barat harus mewaspadai banjir dan longsor akibat tingginya intensitas hujan dan kondisi lingkungan setempat.
Kerentanan banjir dan longsor juga terjadi di bagian tengah dan utara Jawa Tengah dan Jawa Timur akibat pertemuan angin barat di Laut Jawa. Kerentanan tinggi terjadi di Kalimantan bagian barat dan Sulawesi bagian tengah akibat pergerakan gelombang Madden-Julian Oscillation (MJO) fase basah.
Osilasi Madden-Julian (MJO) adalah anomali curah hujan di wilayah katulistiwa, akibat peningkatan curah hujan tropis yang diamati terjadi di atas Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. (Kompas/NS)




