Siklon Nyatoh dan Teratai Pengaruhi Cuaca di Indonesia

Ilustrasi pembentukan bibit siklon tropis bisa memicu hujan lebat di sejumlah wilayah di Indonesia

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan  dua siklon tropis memberikan dampak tidak langsung pada kenaikan tinggi gelombang sejumlah perairan di Indonesia pada Kamis.

Dua siklon tersebut diantaranya siklon tropis Nyatoh (990 hPa) yang terpantau di Laut Filipina dan memberikan dampak tidak langsung terhadap ketinggian gelombang di wilayah perairan Kep. Sangihe – Kep. Talaud, perairan Kep. Halmahera, Laut Maluku, Laut Halmahera, Samudra Pasifik utara Halmahera – Papua.

Kemudian Siklon tropis Teratai (1000 hPa) terpantau di Samudra Hindia Selatan Banten memberikan dampak tidak langsung pada ketinggian gelombang di wilayah perairan barat Lampung – selatan Banten, Selat Sunda, Teluk Lampung bagian selatan dan Samudra Hindia barat Lampung – Jawa Barat.

Sementara, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari Barat Daya – Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 5 – 30 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Barat Daya – Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 5 – 25 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Natuna Utara, perairan utara Sabang, perairan barat Lampung, Samudra Hindia Selatan Banten, Selat Sunda, perairan selatan Banten, Samudra Pasifik utara Halmahera – Papua Barat.

Dalam keterangan resminya, BMKG menyebut kondisi tersebut menyebabkan peningkatan gelombang tinggi kewaspadaan masyarakat akan gelombang tinggi hingga 6 meter yang berpeluang terjadi di kawasan Laut Natuna Utara, perairan utara Natuna mulai Kamis.

Potensi tersebut diperkirakan berlangsung hingga Jumat (3/12), dan juga berdampak pada gelombang tinggi lainnnya di sejumlah wilayah perairan Indonesia.

 

Advertisement