KETIKA ditanya pers siapa Cawapres Jokowi sebenarnya, Mendagri Tjahjo Kumolo yang dari PDIP itu hanya berkelit dengan kata-kata, “Saya ini hanya TNI dan STMJ sajalah.” Singkatan apa itu, kok tidak nyambung amat! Ternyata, di sini TNI justru berarti Tetap Nurut Instruksi. Sedangkan STMJ bukan lagi Susu Telur Madu Jae, tapi justru: Saya Tetap Milih Jokowi. Yah, namanya juga singkatan plesetan.
Mungkin hanya di Indonesia yang begitu kaya akan singkatan, baik yang serius maupun sekedar plesetan. Singkatan itu terdengar unik dan aneh-aneh.Bagi yang kurang baca dan mendengar, bisa tersinggung. Malah bisa-bisa menuduh, menghina lembaga negara. Bagaimana tidak, bikinnya mikir 7 keliling kok akhirnya hanya dibuat mainan.
Orang Indonesia memang terkenal kreatif, apa lagi generasi milenialnya. Singkatan milik lembaga negara, sering dibuat plesetan yang lucu-lucu, kadang sinis mengandung sarkasme. Apa lagi orang Yogya-Solo, itu gudangnya anak-anak plesetan. Kreasinya bisa bikin ngakak, atau xi xi xi…. gaya ketawa dunia internet.
Di jaman Orde Lama ada singkatan Manipol USDEK, ciptaan Presiden Sukarno. Arti resminya adalah: Manifesto Politik, UUD 1945, Sosialisme Indonesia, Demokrasi Terpimpin, Ekonomi Terpimpin dan Kepribadian Indonesia. Tapi orang Solo dan Yogya, USDEK-nya justru berarti: Urip Seneng Djandji Entuk Kowe, atau Udane Saya Deres Enake Kelonan.
Masih di era Orde Lama, dulu ada istilah militer Caper yang artinya Calon Perjurit. Belakangan justru berubah makna jadi Cari Perhatian. Prajurit sendiri kemudian diplesetkan menjadi: Jujur dan Irit. Soalnya, mau nakal (korupsi) tak punya kekuasaan dan gajinya memang masih kecil.
Dalam era Orde Baru, singkatan plesetan semakin ombyokan. Sekedar contoh, LIPI itu aslinya kepanjangan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, tapi oleh anak muda jamannya, suka diplesetkan menjadi Lembaga Intrik dan Pengembangan Isyu, tanpa bermaksud mengaitkan dengan lembaga negara itu. Bahkan sekarang ini, tokoh yang suka menggoreng-goreng isyu menjadi panas di medsos, disebutnya, “Memang dia Ketua LIPI.”
Ada istilah Mabes. Pengertian umum pastilah Markas Besar TNI di Cilangkap Jakarta Timur, Pentagonnya Indonesia. Tapi Mabes kini bisa belok makna menjadi Mangga Besar. Ke Mabes diasosiasikan ke tempat panti-panti pijat di Mangga Besar, Jakarta Kota.
Lalu ada istilah kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang disebut PGPS. Aslinya berarti: Peraturan Gaji Pokok Pegawai Negeri Sipil, tapi kemudian diplesetkan menjadi Pintar Goblok Penghasilan Sama. Soalnya dulu di kalangan PNS itu kerja dilihat dari ijazahnya belaka. Ijasah sarjana dengan masa kerja 10 tahun, pintar atau goblok gajianya sama-sama sekian.
Paling umum adalah LKMD yang aslinya Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa, berubah pengertian jadi: Lamaran Keri Meteng Disik, karena banyaknya gadis hamil di luar nikah. Bahkan PKK yang aslinya Pendidikan Kesejahteraan Keluarga –ciptaan istri Gubernur Jateng Munadi– diplesetkan jadi Perempuan Kurang Kerjaan, karena ibu-ibu anggota ini jalan melulu, sampai para suami di rumah “kurang terurus”.
Di era reformasi tambah banyak lagi singkatan plesetan. KKN yang artinya Kuliah Kerja Nyata, berubah jadi Korupsi Kolusi dan Nepotisme. WTS yang resminya Wanita Tuna Susila, berubah makna jadi Wartawan Tanpa Suratkabar (bodreks) karena banyaknya orang mengaku wartawan hanya untuk memeras pejabat. Mereka ini juga disebut Muntaber, dalam arti muncul tanpa berita.
Di awal kejatuhan Orde Baru, di mana kemudian Letjen Prabowo Pangkostrad juga tersingkir, publik memplesetkan namanya sebagai: Prajurit Banda Maratuwa. Soalnya putra begawan ekonomi Sumitro Djojohadikusuma itu karier militernya demikian melesat gara-gara jadi mantunya Pak Harto.
Begitulah masih banyak singkatan plesetan yang bertebaran di jagad maya, perbincangan di tengah masyarakat, dari yang lucu sampai yang saru (porno). Tapi semua itu tak perlu dimasukkan ke hati apa lagi dianggap SARA ketika ada orang memplesetkan istikomah menjadi : istri tiga kontrak rumah, gara-gara bini banyak tapi penghasilan pas-pasan bahkan tempat tinggal saja masih menyewa. (Cantrik Metaram)





