Susahnya Puasa Medsos

Ngabuburit di halaman mesjid raya, sambil main HP. Hati-hati jangan sampai ghibah.

PUASA Romadon ternyata lebih mudah ketimbang puasa medsos. Menjalankan rukun Islam ke-3 selama sebulan penuh, orang mampu melakukan tanpa mokah (batalkan puasa). Tapi puasa medsos, sehari saja rasanya gatel jika jari jemari tidak berselancar di dunia maya. Padahal katanya untuk “ngabuburit”, dalam kenyataannya malah ghibah ke sana kemari yang pada akhirnya terjebak jadi provokator. Buktinya kini banyak shoimin-shoimat warganet malah jadi urusan polisi gara-gara jari-jemarinya yang iseng.

Orang dulu ngabuburit atau menunggu bedug magrib di bulan Romadon, cukup dengan jalan-jalan, atau dengarkan radio dan  nonton TV, di mana banyak sekali kemasan siaran nuansa Islami. Diiringi dengan hiasan musik padang pasir, rasanya menjadi indah sekali. Bayangan kolak dan es buah yang melambai-lambai dalam benak, mendadak hilang. Tahu-tahu terdengar bedug magrib dan disusul doa: allohuma lakasumtu…..

Tapi Romadon di jaman now, lain sekali. Yang nonton TV dan dengarkan radio masih ada, tapi kalangan orangtua. Generasi muda banyak yang ngabuburit dengan HP smartpone-nya. Mojok di sebuah ruangan, lalu tangannya sibuk menaik-menurunkan layar sentuh dalam HP-nya. Kadang layar HP dijereng-jereng macam bikin martabak telur saja. Setelah itu si pemilik HP senyum-senyum sendiri, seperti orang kenthir.

Dulu HP hanya bisa untuk telpon dan SMS. Sekarang masya Allah, HP bisa kirim dan terima gambar, video lengkap dengan suaranya. Bahkan internet sekarang sudah masuk ke HP, sehingga orang main video call dengan mudah. Untuk penunjuk jalan juga bisa, namanya GPS  (global positioning system). Namun demikian itu semua kalah canggih dengan HP-nya Cak Nun (MH Ainun Nadjib), kalau tidak salah merknya: Nokia Kolopaking!

Dengan HP canggih sekarang tantangan orang berpuasa menjadi lebih berat. Mampu tidak untuk puasa medsos, 30 hari tanpa berselancar di jagad maya? Susah, katanya. Soalnya setan yang dibelenggu di bulan Romadon, yang namanya setan gundul masih juga bisa menggoda jari-jari para shoimin-shoimat pemegang HP smartpone. Baca postingan menyentuh dinding keyakinannya, bangkitlah emosinya. Lalu, ikutlah berkomentar bla, bla, bla…… yang berbau SARA.

Emosi yang mudah terbangkitkan, adalah bagian hawa nafsu. Padahal di bulan suci Romadon ini menahan nafsu adalah makna dari puasa itu sendiri. Tapi gara-gara setan gundul, jadi lupa segalanya. Baru sadar ketika polisi menjemputnya, gara-gara postingannya melanggar ITE.

Di bulan Romadon 1440 H ini, sejumlah anak muda dan yang sudah bangkotan ditangkap polisi gara-gara postingan di medsos. Ada yang mau penggal kepala dan bunuh presiden, ada yang ngajak ngebom Jakarta, ada pula yang mengaitkan rekapitulasi KPU 22 Mei sebagai hari lahir PKI. Begitu ditahan masuk sel, mereka baru merasa menyesal dan minta maaf. Padahal yang namanya hukum, tak bisa dibuat selesai hanya dengan minta maaf.

Komentar-komentar di medsos, sebetulnya tak lebih dari ghibah atau bergunjing yang membatalkan puasa. Jika di bulan suci ini masih rajin memaki, memfitnah, bikin berita bohong, mereka adalah shoimin dan shoimat yang hanya dapat lapar dan haus selama Romadon, sebagaimana hadits Nabi.

Ketua MUI KH Maruf Amin di tahun 2017 juga telah berfatwa postingan yang mboten-mboten di medsos juga termasuk haram. Sebab bergunjing itu sama saja dengan memakan bangkai saudara sendiri. Ingat, nash Qur’an mengatakan, “Janganlah sebagian kalian menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kalian memakan daging saudaranya yang telah mati? Tentulah kalian merasa jijik kepadanya. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (al-Hujurat: 12)

Maka hati-hati, bermedsosria di bulan puasa bisa menjadikan otak dan jari-jemari tak sinkron lantaran perut lapar. Maka paling aman, setiap ada postingan masuk WA cukup di-like jempol ke atas bila senang, dan di-like jempol ke bawah jika tak suka. Karena postingan berbahaya di WA kemudian diunggah ke twittter atau FB, akan jadi masalah. (Cantrik Metaram)

 

 

 

Advertisement