Soal Bunga Rawa yang Rusak di Rancaupas, Ini Kata Pakar Taksonomi

Ilustrasi: Edelweiss rawa (S. flavidulus) atau yellow hatpins. (Foto: wildsouthflorida.com)

JAKARTA – Habitat bunga rawa yang berada di Ranca Upas, Rancabali, Kabupaten Bandung, rusak akibat digilas para peserta even motor trail pada Minggu (5/3/2023) lalu.

Pakar Taksonomi Tumbuhan Universitas Padjadjaran (Unpad), Joko Kusmoro, mengatakan bahwa Bunga Rawa merupakan jenis yang sangat langka.

Ia menjelaskan, tumbuhan yang memiliki nama latin Ericaulon Brownianum Mart hanya tumbuh di dua lokasi di Indonesia, yakni di kawasan Rancaupas dan Danau Ciharus, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

“Di tempat yang lain saya belum menemukan. Yang saya ketahui di Rancaupas, di Danau Ciharus juga kayanya masih ada gitu,” katanya, dilansir dari Antara, Sabtu (11/3/2023).

Joko menambahkan bahwa Bunga Rawa adalah tumbuhan herbal yang hidup sepanjang tahun. Meskipun terlihat seperti rumput, tumbuhan ini memiliki bunga berwarna putih di ujung atasnya dan berbeda dengan Bunga Edelweiss (Anaphalis Javanica).

Habitat Bunga Rawa berada di daerah rawa atau tepi danau di dataran dengan ketinggian 1.600 hingga 2.500 meter di atas permukaan laut (mdpl).

“Bunga Rawa sering juga disebut bunga abadi tapi berbeda dengan Edelweis yang habitatnya di dekat kawah atau puncak gunung,” katanya.

Menurut Joko, tumbuhan serupa dengan Bunga Rawa juga ditemukan di Gunung Dieng, daerah Aceh, serta Sumatra Barat, namun jenisnya berbeda karena memiliki nama latin Ericaulon Sp.

Dia juga menambahkan, keberadaan Bunga Rawa dapat rusak tidak hanya karena tindakan manusia, tetapi juga karena manusia yang tinggal di sekitarnya dapat mengakibatkan tumbuhan tersebut tidak dapat beradaptasi dengan baik.

“Dia, tuh, sebetulnya kena bau keringat juga bisa lama kelamaan tidak beradaptasi,” ujarnya.

Joko meminta kepada pihak yang berwenang untuk melindungi Bunga Rawa karena selain penting untuk kelestarian lingkungan, juga sangat penting untuk ranah akademik.

“Kalau sudah hilang kaya gitu, mungkin tidak ditemukan lagi,” kata Joko.

Advertisement