ISE SHIMA– Hasil pertemuan kelompok negara-negara maju G7 di Ise Shima, Jepang Jumat (27/5)menyepakati, dunia harus bekerja keras untuk memompa perekonomian dunia yang saat ini melemah.
Dilaporkan AFP,Jumat (27/5) semula tak semua anggota G7 sepakat pelemahan ekonomi kembali mengancam ekonomi global seperti 2008 silam.
Jepang, salah satu anggota G7, merupakan negara yang getol menyuarakan soal melemahnya ekonomi dunia. Menurut otoritas Jepang, saat ini sudah ada sejumlah indikasi yang menunjukkan ekonomi dunia bisa kembali kolaps jika tidak ada upaya dan kerja sama global untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi global.
Perdana Menteri Shinzo Abe berpendapat, dunia saat ini sedang menghadapi risiko “krisis”. Dia pun membandingkan situasi sekarang mirip situasi tahun 2008 lalu saat Jepang juga menjadi tuan rumah G7.
Saat itu, kata Abe, beberapa bulan setelah pertemuan tersebut, perusahaan Lehman Brothers di AS kolaps yang kemudian memicu krisis ekonomi di AS dan juga global. Abe khawatir, krisis pada 2008 lalu itu akan kembali terulang dalam waktu dekat ini.
Namun kekhawatirannya dianggap berlebihan, khususnya oleh seorang pemimpin negara Uni Eropa yang juga anggota G7. Pejabat senior Jepang kepada Asahi Shimbun menyebutkan, nama pemimpin yang dimaksud Abe tersebut adalah Angela Merkel.
Kata pejabat senior Jepang itu, Merkel menilai situasi ekonomi saat ini belum cukup negatif sehingga penggunaan terminologi “krisis” yang disebut Abe, dinilai tak tepat.
Pendapat Merkel itu diamini pemimpin IMF Christine Lagarde.
Selain soal melemahnya ekonomi global, KTT G7 di Jepang juga membahas Brexit atau kemungkinan Inggris keluar dari Uni Eropa. Para anggota G7, AS, Jepang, Inggris, Prancis, Italia, Kanada dan Jerman sepakat Inggris lebih baik tidak keluar dari Uni Eropa.





