Sobari Gagal Ikut Olimpiade Matematika karena Banjir Bandang

LEBAK – Muhammad Sobari (14), salah satu pegungsi di Ponpes Darul Mustofa,  murid kelas 5 SDN 2 Ciladaeun, Lebak, Banten, gagal mengikuti Olimpiade Matematika karena banjir bandang.

Sobari yang mengaku sangat menyukai pelajaran matematika, tadiya direncanakan mewakili sekolahnya untuk perlombaan olimpiade matematika sekolah dasar se-Kabupaten Lebak.

Namun sayang, belum sempat ia beradu ilmu, banjir bandang datang menghujam rumahnya. Lebih sedih lagi, banjir bandang ikut meluluhlantahkan sekolahnya. Impian mengikuti perlombaan hitung-menghitung harus ia pendam sementara waktu.

“Sudah mau ikut lomba, tapi belum mulai malah sudah banjir,” curhatnyaim, dikutip Zul dari redaksi dompet dhuafa.

Kini, Sobari dan keluarga mengungsi ke posko Ponpes Darul Mustofa, Lebak. Semua kegiatan yang ia lakukan berubah dari tempat ke tempat. Bermain, menangis, termasuk belajar, Sobari lakukan di tengah riuh pengungsian. Dibantu oleh guru relawan Dompet Dhuafa, Sobari tak lelah mengatasi rasa ingin tahunnya. Oleh gurunya, Sobari dikenal sebagai anak yang giat untuk belajar.

“Sobari ini memang pintar anaknya. Suka bertanya dan gak pernah absen dengan kegiatan kita di sini,” terang Ika, salah satu guru relawan yang ikut mengajar Sobari.

Sobari kecil bercita-cita menjadi seorang guru. Banyak hal yang ia sukai dari sosok guru-guru yang mengajarinya banyak hal. Baginya, guru adalah profesi paling hebat ia ketahui.

“Pengen jadi guru kak. Seperti ibu guru di sini,” jelasnya, sambil menunjuk guru relawan yang ikut menemaninya.

 

Advertisement