Strategi Pemerintah Turunkan Angka Kematian Bayi

Ilustrasi/ IST

JAKARTA – Pemerintah berusaha fokus untuk menurunkan angka kematian bayi untuk menjaga angka kelahiran total (total fertility rate,TFR) yang bertujuan memperpanjang masa bonus demografi.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menjelaskan strategi pemerintah dalam menjaga TFR yang ideal ialah menjaga angka “refreshment rate” 100 persen, atau setiap satu orang yang meninggal ada satu orang yang terlahir.

Bambang menyebutkan pada Senin (31/7/2017), seperti dilansir Antara, Indonesia sudah berhasil menurunkan angka kematian bayi yang pada 2014 tercatat 24,2 menjadi 22,3 pada tahun 2015.

Menurutnya salah satu indikator yang harus diperbaiki di Indonesia adalah angka kematian bayi dan angka kematian ibu. Oleh karena itu hal yang harus dilakukan dalam menjaga TFR yang idelah ialah melelui program Keluarga Berencana, dan memperbaiki masalah kesehatan khususnya angka kematian.

Ditambahkannya, pemerintah melakukan perhitungan dari dampak yang didapat apabila menjaga angka TFR pada 2,1, yaitu bonus demografi yang lebih lama.

“Kita ingin bonus demografi kalau yang pakai hitungan awal tahun 2030 bisa lebih diperpanjang, karena manfaatnya sangat baik untuk kita,” ujarnya.

Advertisement