JAKARTA – Kesehatan gusi dapat memberikan informasi penting tentang kesehatan jantung seseorang. Saat ini, para ahli mengklaim bahwa prediksi penyakit jantung dapat dilakukan dengan meminta seseorang berkumur selama 30 detik.
Dalam penelitian terbaru yang dilaporkan oleh Medical Daily, para peneliti mengevaluasi sel darah putih dalam air liur yang terkait dengan penyakit gusi, dan menemukan bahwa hal ini dapat menjadi petunjuk awal mengenai kesehatan arteri dan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih tinggi.
Studi tersebut melibatkan 28 orang nonperokok yang berusia antara 18 hingga 30 tahun. Mereka tidak memiliki riwayat penyakit periodontal atau sedang mengonsumsi obat yang dapat memengaruhi risiko penyakit jantung.
Para peserta diminta untuk berpuasa selama enam jam, kecuali untuk minum air sebelum mereka datang ke laboratorium. Di laboratorium, mereka diminta berkumur dengan air keran selama 10 detik dan larutan saline selama 30 detik.
Selanjutnya, sampel kumuran tersebut dikumpulkan untuk dianalisis di laboratorium. Tes elektrokardiogram (EKG) dilakukan, dan juga diukur tekanan darah, kecepatan gelombang nadi (sebagai ukuran kekakuan arteri), serta pelebaran arteri pada para peserta.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa individu dengan tingkat sel darah putih yang tinggi dalam air liur menunjukkan aliran darah yang kurang baik, yang memiliki kaitan dengan risiko penyakit kardiovaskular.
“Tes kumur ini dapat dilakukan dalam pemeriksaan tahunan oleh dokter keluarga atau dokter gigi. Ini merupakan alat pengukur peradangan mulut yang mudah diimplementasikan di berbagai klinik,” kata Michael Glogauer, salah satu penulis studi dari University of Toronto, Kanada.
Penelitian sebelumnya juga telah menunjukkan bahwa orang yang mengalami periodontitis atau infeksi gusi serius yang menyebabkan kerusakan gigi berisiko tinggi terkena penyakit jantung. Gejala periodontitis meliputi nyeri saat mengunyah, bau mulut, pembengkakan, dan pendarahan pada gusi.
Para peneliti percaya bahwa pada pasien dengan periodontitis, faktor peradangan dapat masuk ke dalam aliran darah melalui gusi, yang kemudian dapat menyebabkan kerusakan pada sistem kardiovaskular.
“Meskipun pada orang dewasa muda yang sehat, tingkat peradangan mulut yang rendah juga dapat memiliki dampak terhadap kesehatan jantung,” kata Trevor King, penulis studi dari Mount Royal University di Kanada.
Sumber: Antara





