BETHLEHEM—Aksi mogok makan tahanan Palestina di Israel masih terus berlangsung. Dengan demikian, aksi ini sudah memasuki pekan ketiga. Kondisi para tahanan yang kebanyakan tokoh perjuangan Palestina ini dilaporkan semakin melemah.
Ada 1500 tahanan politik yang melakukan aksi mogok makan sejak 17 April lalu, bertepatan dengan Hari Tahanan Palestina. Otoritas Israel yang menangani lembaga pemasyarakatan (IPS) telah melakukan berbagai langkah untuk menghentikan aksi, mulai dari pemindahan sel hingga isolasi. Namun, tetap saja aksi berlanjut.
Jaringan solidaritas tahanan Palestina, Samidoun, menyebut seorang tahanan bahkan sudah empat kali dipindahkan sejak aksi ini bermula. Samidoun juga melaporkan IPS berencana untuk kembali memindahkan 100 tahanan dari penjara Ohalei Kedar ke Seksi 10 Penjara Eshel, demikian dikutip Republika dari  Ma’an News, Ahad (7/5).
Organisasi ini juga menyebut IPS di Penjara Ramle menolak mengirim para pelaku aksi mogok makan ini ke RS meski kondisi mereka sudah lemah. Pengacara dari tahanan yang mengikuti aksi mogok makan ini, Ammar Mardi dan Ratib Hreibat, berhasil mengunjungi mereka akhir pekan lalu.
Kedua tahanan itu mengatakan mereka yang ikut aksi mogoka makan diberi fasilitas kurang manusiawi. IPS juga sengaja mengganggu dan memprovokasi mereka tiap hari. Mereka juga hanya diizinkan keluar sel tiga kali sejak aksi ini bermula tiga pekan lalu.
Komite Tahanan Palestina melaporkan, pada Ahad (7/5), sudah 30 tahanan Palestina yang dipindahkan ke berbagai penjara di Israel. Di antara mereka ada Sekjen Front Populer Kemerdekaan Palestina (PFLP) Ahmad Saadat, pemimpin PFLP Abu Ghoulmeh, ketua Persatuan Narapidana Hamas Abbas al-Sayyid, mantan pencetus aksi mogok makan sebelumnya yang merupakan seorang jurnalis Muhammad al-Qiq, dan warga Palestina yang terlama ditahan di penjara Israel Nael Barghouthi.
Pihak Keamanan Israel sendiri menuding pengacara tahanan Palestina yang mengunjungi kliennya merupakan perantara komunikasi antara pemimpin aksi mogok makan ini. Pihak IPS juga dikabarkan hanya mau melakukan negosiasi dengan perwakilan partai-partai yang dikenal. ROL





