Sudah 5 Hari, Akses 2 Nagari di Kecamatan Bukit Barisan Terputus

Longsor Bukit Barisan
Ilustrasi : Longsor

LIMAPULUH KOTA – Dua nagari di Kecamatan Bukit Barisan, masih terputus karena longsor yang menimbun badan jalan, sejak 5 hari lalu belum jua dirapikan.

Ketua DPRD Kabu­paten Limapuluh Kota Safaruddin pada Rabu (16/11/2016) mengkritisi Pemerintah Kabupaten 50 Kota yang lamban menyikapi bencana longsor tersebut.

“Akses jalan belum pulih dan tidak bisa dilalui. Ini sudah hari ke 4 tetapi belum ada tindak lanjut dari pemerintah daerah,” terang Safaruddin.

Dikatakannya, seharusnya di hari pertama pasca tanah longsor, Pemkab Limapuluh Kota sudah bisa bergerak. “Setidaknya, alat berat diturunkan ke lokasi longsor tersebut. Tetapi kenyataannya, tidak satupun alat berat yang dikirim ke lokasi untuk membersihkan dan memperbaiki lokasi longsor,” terang Safaruddin.

MINIM ANGGARAN

Sementara itu, Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Limapuluh Kota melalui Bidang Kedaruratan mengakui memang belum ada satupun alat berat yang dikerahkan ke lokasi tanah longsor karena minimnya anggaran pada BPBD Kabupaten Limapuluh Kota.

“Penanganan terhadap tanah longsor itu, baru sebatas pembahasan. Belum ada alat berat yang dikerahkan ke sana,” ucap Ramadinol Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Kabupaten Limapuluh Kota.

Hal tersebut, ucapnya, disebabkan minimnya anggaran pada BPBD Kabupaten Limapuluh Kota sehingga untuk penanganan bencana belum bisa dilakukan secara maksimal.

“Ke depan, untuk penanganan bencana harus dianggarkan. Pada APBD 2017 mendatang, anggaran untuk penanganan bencana harus dimasukkan. Sehingga setiap ada bencana terjadi nantinya, penanggulangannya sudah bisa dilakukan secara cepat,”ucapnya seperti dikutip KBK dari Haluan Padang.

Advertisement