GARUT – Cuaca ektrem menlanda wilayah Priangan Timur, dan suhu udara di Kabupaten Garut pada malam hari bisa mencapai 15 derajat celcius.
Bupati Rudy Gunawan mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut menyiapkan 3.000 selimut untuk warganya kalangan menengah ke bawah. Apalagi, warga yang tinggal di daerah dataran tinggi.
Menurut dia, hampir seluruh wilayah Kabupaten Garut mengalami terdampak cuaca dingin ekstrem, khususnya pada malam hari. Ia menyebut, wilayah yang menjadi fokus sekitar kaki Gunung Cikuray, Gunung Guntur, dan Telaga Bodas.
Selimut itu, lanjut dia, akan dibagikan secara sporadis, tergantung dari permintaan warga. “Kita fokus dulu untuk warga kalangan menengah ke bawah,” kata dia.
Meski mengalami cuaca ekstrem, Rudy menilai, tidak ada potensi penyakit yang akan timbul. Hanya saja, beberapa warga mengeluh kedingingan pada malam hari. Karena itu, Pemkab Garut menyediakan selimut agar dapat menghangatkan.
Namun, pihaknya juga menginstruksikan fasilitas kesehatan untuk siaga 24 jam. “Kita sudah perintahkan Puskesmas terus siaga,” kata dia, dilansir Republika,co.id.
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu dingin pada malam hari disebabkan minimnya awan saat musim kemarau. Menurut dia, hal itu merupakan fenomena yang wajar.
“Sekarang lagi musim kemarau, kalau lagi kemarau itu awan-awan jarang artinya cukup teranglah clear tidak ada tutupan awan,” kata dia.





