Suka Duka Pak Mulyadi 20 Tahun jadi Penjaga Perlintasan Kereta

YOGYAKARTA – Dompet Dhuafa masih terus menebar kebaikan melalui parcel Ramadan, dan kali ini salah satu penerima manfaatnya adalah penjaga Jalur perlintasan langsung (JPL) kereta di Yogyakarta Nomor 737 KM 541/

Dia adalah Mulyadi (48), yang sudah 20 tahun menjadi penjaga JPL 737. Mulyadi bersama rekan-rekan lainnya secara bergantian melakukan itu setiap delapan jam. Di kawasan ini, memang lah selalu ramai orang menyeberang.

Menurut Mulyadi, saat Ramadan memang semakin ramau orang menyebrang. Khususnya saat menjelang berbuka. “Saya yang paling lama di sini, sudah 20 tahun lebih mas. Kami kerja sesuai dengan jam kerja yaitu 8 jam, tapi gantian. Kan harus dijaga selama 24 jam. Kadang dapat bagian malam kadang siang. Sekarang seluruh petugas di sini sudah lulus sertifikasi menjadi penjaga pos pelintasan kereta,” ujar pria 3 anak tersebut.

Mulyadi menceritakan, banyak suka dan duka yang dirasakan selama 20 tahun bertugas menjaga palang lintasan kereta. Ia merasa kini jauh lebih baik dibanding 20 tahun lalu saat masa-masa dirinya mulai bekerja. Perhatian serta penghargaan dari KAI kepada penjaga pintu perlintasan kereta sudah sangat baik. Jika dulu dipandang sebelah mata, sekarang sebagai karyawan penjaga palang lintasan kereta memiliki hak dan kesejahteraan lebih baik.

Tugas Mulyadi dan rekan-rekannya tidak berhenti sampai menutup palang pintu perlintasan kereta. Ia tetap harus mengontrol apakah ada kendaraan yang berada di bawah palang dan berpotensi terimpit palang. Setelah palang tertutup sempurna, ia tetap berdiri di luar pos untuk menyambut kedatangan kereta. Selain itu, ia berjaga untuk memastikan tidak ada kendaraan yang menerobos masuk palang pintu perlintasan kereta.

Hal yang ia sayangkan adalah ketika ada orang-orang yang masih saja bandel melintasi rel saat kereta sudah mendekat. Saat itu ia merasa sangat jengkel. Kadang ia harus teriak-teriak bahkan lari untuk menghampiri orang-orang seperti ini. Meski saat itu beberapa orang menganggapnya galak, namun banyak orang justru mengapresiasi karena ketegasannya dalam melakukan tugas.

“Suka kesal sama orang yang bendel. Sudah diperingati kereta mau lewat tapi masih saja nerobos. Tapi selalu tegas dan kadang saya harus teriak-teriak. Alhamdulillah selama saya jaga tidak ada kejadian yang serius. Tapi memang pernah ada yang kesenggol tapi tidak jauh, hanya kaget kemudian jatuh,” ceritanya.

Ia kemudian menjelaskan, ketika ada orang yang bandel dan posisi orang itu lebih dari 100 meter, maka ia akan biarkan. “Karena sudah tidak mungkin dijangkau,” katanya. “Paling saya teriakin saja. Kurang dari 100 meter, saya masih bisa lari kemudian saya tarik,” ujarnya, dikutip dari dompetdhuafa.org.

Sementara untuk parcel Ramadan yang diberikan tim Dompet Dhuafa pada Selasa (5/44/2022), dia mengucapkan rasa syukur dan menampakana kebahagiaannya.

Ia mengucapkan doa semoga orang-orang baik di Dompet Dhuafa selalu diberi keberkahan dan kesehatan.

Advertisement