
MANADO – Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Sulawesi Utara mencatat sebanyak 31 kasus probable Omicron yang sebagian besar adalah pelaku perjalanan terdeteksi di Sulut.
Jubir Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Sulut, dr Steaven Dandel MPH mengatakan dalam sepekan terakhir menurut Steaven, deteksi kasus COVID-19 baik melalui Polymerase Chain Reaction atau PCR maupun Rapid Diagnostic Test Antigen’ (RDT-Ag) menunjukkan peningkatan kasus.
Peningkatan kasus ini terdeteksi berasal dari pelaku perjalanan udara domestik, internasional, dan juga terdeteksi kasus lokal.
“Situasi ini memberi gambaran terkait transmisi varian Omicron,” ucapnya.
Karena itu, Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Sulut terus memperkuat testing, tracing, dan treatment, serta memberi peringatan kepada semua masyarakat untuk lebih waspada menjaga diri dan keluarga serta sesama.
Dari hasil pemeriksaan RDT-Ag oleh Dinkesda Provinsi Sulut hari ini di Bandara Sam Ratulangi kepada 1.325 orang, sebanyak 10 orang di antaranya dinyatakan positif, sementara di wilayah kabupaten dan kota dari 1.703 orang yang diperiksa sebanyak 12 orang positif.



