JAKARTA, KBKNEWS.id – Pemerintah menggunakan metode modifikasi cuaca dengan bahan semai berupa es kering untuk membantu mengurangi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan.
Operasi ini melibatkan Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta TNI.
Dalam pelaksanaannya, prajurit TNI Angkatan Udara menyiapkan boks berisi dry ice atau es kering untuk disemai melalui pesawat Cassa C-212. Persiapan dilakukan di Base Ops Lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang, pada Senin (19/10/2026).
Berbeda dari metode penyemaian awan yang menggunakan bahan seperti garam untuk membantu memicu hujan, penggunaan es kering dalam operasi ini diarahkan untuk memengaruhi kondisi atmosfer yang menyebabkan asap dan polutan terperangkap di dekat permukaan.
Kemenhut menyebut operasi modifikasi cuaca tersebut berlangsung pada 16–25 Oktober 2026. Pada tahap awal pelaksanaan, sebanyak 800 kilogram es kering disemai dalam satu penerbangan di sekitar Palembang.
Upaya tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi penumpukan asap dan memperbaiki jarak pandang di wilayah terdampak. Namun, efektivitasnya bergantung pada kondisi atmosfer selama operasi berlangsung.
Penggunaan modifikasi cuaca menjadi salah satu langkah untuk menangani dampak karhutla yang menyelimuti Sumatera Selatan. Meski demikian, upaya ini berfokus pada pengurangan dampak asap, sementara penanganan kebakaran di lapangan tetap menjadi bagian penting dalam mengatasi sumber pencemaran udara.





