TANGERANG – Surnah salah satu korban tewas dalam ledakan pabrik kembang api di Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten baru menerima upah Rp800 ribu sepanjang dia bekerja dan belum pernah mendapat libur.
Kenyataan itu dibeberkan Tuti, sang Ibu, yang menceritakan bahwa sebulan lalu, anak semata wayangnya itu mengatakan hendak bekerja di pabrik tersebut. Tuti mengizinkan anaknya yang lulusan SD tersebut karena tidak ada kegiatan.
Saat itu, lanjut Tuti, putrinya tak menandatangani surat apapun. Entah itu surat kontrak atau perjanjian kerja. Selama bekerja, Surnah mendapat upah Rp40 ribu per hari. Surnah mendapat upah setiap sepekan sekali.
Surnah menggunakan uang hasil dia bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Perempuan berusia 15 tahun itu menggunakannya untuk membeli pakaian dan alat kosmetik. Selama bekerja, Surnah baru menerima upah Rp800 ribu.
Tuti menambahkan, seperti dikatakannya pada Metrotvnews.com, Surnah tak mendapat libur sejak bekerja. Libur diberikan bila bahan baku kosong.
Kini, Surnah sudah benar-benar menikmati liburnya selama-lamanya setelah ledakan terjadi di pabrik tempat dia bekerja, dan hanya menyisakan kesedihan bagi Tuti, ibunya.





