Swedia Rugi Hampir Rp3 Miliar akibat Aksi Pembakaran Al-Qur’an

Salwan Momika (37) imigran Irak di Swedia yang melakukan pembakaran kitab suci Al Quran pekan lalu. Paus Fransiskus juga mengecam dan muak atas tindakan penistaan terhadap Islam tersebut.

STOCKHOLM – Aksi penghinaan terhadap Al-Qur’an yang telah berlangsung berulang-ulang selama sembilan bulan terakhir telah menyebabkan kerugian hampir 200.000 dolar AS (sekitar Rp3 miliar) bagi Swedia.

Tindakan provokatif seperti pembakaran Al-Qur’an oleh politisi Swedia-Denmark, Rasmus Paludan, dan seorang pengungsi Irak yang tinggal di Stockholm, Salwan Momika, telah menghabiskan 2,2 juta krona Swedia (sekitar Rp3 miliar) dari anggaran negara, menurut Sveriges Radio, penyiar Swedia.

Dilansir dari Anadolu, tindakan keduanya juga menambah biaya negara karena mobilisasi polisi tambahan dan mengganggu tugas rutin sebagian besar dari mereka.

Selain di Denmark, Swedia juga mendapat kritikan banyak pihak karena membiarkan tindakan penghinaan terhadap Al-Qur’an di bawah pengawasan kepolisian.

Paludan, pemimpin Partai (Garis Keras) Stram Kurs yang berhaluan kanan, melakukan pembakaran salinan Al-Qur’an di berbagai kota Swedia, termasuk Malmo, Norrkoping, Jonkoping, dan Stockholm, bahkan pada saat perayaan Paskah tahun lalu.

Pada 21 Juni, dia membakar salinan Al-Qur’an di depan Kedutaan Besar Turki di Swedia. Seminggu kemudian, Momika menjadi sorotan ketika dia membakar salinan Al-Qur’an di depan sebuah masjid di Stockholm saat perayaan Idul Adha.

Pada 20 Juli, di depan Kedubes Irak di Swedia, Momika tidak hanya membakar salinan Al-Qur’an tetapi juga melempar salinan Al-Qur’an dan bendera Irak serta menginjaknya.

Momika kembali membakar Al-Qur’an di depan gedung parlemen Swedia pada 31 Juli. Dia juga melakukan tindakan serupa di depan Kedubes Iran di Swedia pada awal Agustus dan di depan Masjid Stockholm pekan lalu.

Sementara itu, migran asal Iran, Bahrami Marjan, juga melakukan provokasi serupa di Angbybadet, sebuah daerah di dekat Stockholm pada tanggal 3 Agustus.

Meskipun tindakan penghinaan terhadap Al-Qur’an telah merusak citra Swedia dan mengancam keamanannya, Momika masih dapat memperoleh izin dari pihak berwenang.

Layanan keamanan Swedia juga melaporkan bahwa situasi keamanan di negara tersebut semakin buruk setelah insiden-insiden pembakaran Al-Qur’an tersebut terjadi.

Sumber: Antara

Advertisement