TEPI BARAT (KBK) – Seorang warga Palestina gugur dalam bentrokan dengan pasukan keamanan Israel di Kota Bethelehem di Tepi Barat, menambah korban dari pihak Palestina sejak 2 minggu berkobarnya Intifadhah 3.
Kematian Moataz Zawahra, 28 tahun, dari sebuah kamp pengungsi Bethlehem, menambah jumlah korban Palestina menjadi 29 orang tewas.
Sebelumnya pada Selasa, tiga warga Israel tewas dalam dua serangan di Yerusalem, meningkatkan jumlah warga Israel tewas, sejak saat itu pula meningkatnya kekerasan yang dimulai pada awal bulan Oktober 2015 lalu.
Meningkatnya frekwensi bentrokan dipicu tindakan pasukan keamanan Israel mulai melakukan kekerasan terhadap jamaah Palestina di kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur bulan lalu.
Dua warga Palestina menyerang bus yang berisi pemukim Yahudi, salah satu penumpang tewas dan beberapa orang lainnya terluka.
Beberapa menit kemudian, Palestina lain melajukan mobilnya di halte bus di pusat Yerusalem, kemudian keluar dan mulai menusuk pejalan kaki, menewaskan sedikitnya satu orang dan melukai beberapa.
Diduga penyerang kemudian ditendang dan dipukuli oleh pemukim Yahudi lainnya yang lewat di TKP, video amatir yang didistribusikan oleh polisi menunjukkan, pnyerang terluka dan dibawa ke rumah sakit, kata polisi Israel.
Menurut laporan Al Jazeera, Kamis (14/10/2015), setidaknya 1.990 warga Palestina telah terluka, menurut kementerian kesehatan Otoritas Palestina, dan kelompok HAM menuduh pasukan Israel menggunakan kekuatan yang berlebihan.





