Tabligh Akbar Love Rohingya di Riau Berhasil Galang Dana Rp 480 Juta

PEKANBARU–Acara Tabligh Akbar “Love Rohingya” dan Penggalangan Dana yang diadakan oleh Dompet Dhuafa Riau bekerjasama dengan Pusat Kajian dan Pengembangan Dakwah Baitus Sa’adah, BKOW Provinsi Riau, dan Badan Kesejahteraan Masjid Raya An-Nur Provinsi Riau berhasil menggalang dana senilai Rp. 480.001.841. Acara ini juga didukung oleh organisasi kepemudaan, organisasi kewanitaan, kampus, dan berbagai entitas masyarakat yang diadakan di Masjid Raya An Nur Provinsi Riau.

Tabligh Akbar Love Rohingya mendapat perhatian khusus masyarakat Riau. Masjid Raya An Nur Provinsi Riau penuh sesak dihadiri jamaah. Bahkan sebagian harus berdiri di pintu utama dan tangga masjid. Acara yang dimulai sejak ba’da Magrib ini sangat dirasakan energi positifnya oleh jamaah. Tidak hanya penggalangan dana yang maksimal. Lebih dari itu, semua do’a-do’a yang dilantunkan selama acara sangat menggugah jiwa.

Shalat Magrib berjamaah dilakukan dengan doa qunut nazilah. Ustadz Bilal Attaki yang didaulat sebagai imam membuat jamaah terenyuh dan berlinangan air mata. Dada sesak dan airmata berlinangan seraya mengaminkan doa. Tidak hanya harunya do’a, suara Ustadz Bilal Attaki terasa sangat merdu dalam melantunkan ayat-ayat suci selama mengimami shalat jamaah Magrib dan Isya.

Setelah zikir shalat Magrib, Ustadz Bilal meminta agar do’a dipimpin Ustadz Abdul Somad, rangkaian do’a yang beliau panjatkan membuat jamaah tenggelam dalam khusyu’. Setelah shalat Magrib berjamaah dan shalat sunnah ba’diyah. Dai Cordofa Riau, Ustadz Alnof Dinar membuka acara Tabligh Akbar. Acara ceremonial berlanjut sampai waktu shalat Isya masuk.

Ali Bastoni, Pincab Dompet Dhuafa Riau, dalam sambutannya menyampaikan, “Saya sangat yakin tragedi kemanusiaan yang terjadi di Rohingya sudah menjadi isu umat. Semua tahu dan melihat foto dan video yang beredar di media massa dan media sosial. Sebagai lembaga kemanusiaan, Dompet Dhuafa Riau berinisiatif membangun komunikasi dan mengajak berbagai entitas untuk melebur melakukan acara penggalangan dana, sehingga terwujud acara malam hari ini”

Jamaah yang memadati masjid melaksanakan shalat Isya berjamaah dan doa qunut Nazilah kembali diimami oleh Ustadz Bilal Attaki. Tangis jamaah bersahutan ketika Ustadz Bilal membaca doa qunut nazilah. Pipi mereka basah oleh linangan air mata. Setelah salam, tidak sedikit jamaah yang menyeka air mata.

Setelah shalat isya, Ustadz Bilal kembali menyerahkan agar do’a dipimpin oleh Ustadz Ahmad Mukhlisin. Ustadz Ahmad menuturkan setiap bait do’a dengan syahdu dan penuh penghayatan. Emosional jamaah kembali tergugah. Mereka menangis berlinangan air mata.

Mengawali acara penggalangan Dana, Direktur Mobilisasi ZIS Dompet Dhuafa, Bambang Suherman menyatakan dengan tegas: “Cukup 2 alasan bagi kita untuk peduli Rohingya; pertama, alasan kemanusiaan. Atas status sebagai manusia, hati kita akan menolak tragedi-tragedi kemanusiaan yang dipertontonkan dengan sangat sadis. Tidak perlu melihat ras, bangsa, dan agama mereka. Alasan kedua, karena kita seakidah dengan mereka. Mereka adalah muslim.”

Bambang Suherman yang bangga menyebut dirinya sebagai aktivis kemanusiaan melanjutkan, “Harus ada yang menentang semua kezhaliman yang terjadi di permukaan bumi ini, agar dunia tahu bahwa kita tidak setuju dengan kezhaliman-kezhaliman yang berlaku. Di saat bersama, krisis kemanusiaan yang terjadi harus menjadi tanggungjawab kita bersama. Mari rapatkan shaf untuk saling menguatkan. Semoga Allah merahmati kita”

“Sebagai lembaga kemanusiaan Dompet Dhuafa bersama lembaga lainnya akan melakukan 2 bentuk intervensi di Rakhine; membangun sekolah dan mengirim guru dan membangun perekonomian masyarakat yang mayoritas dikuasai oleh muslim.” Lanjutnya.

Setelah mendengarkan kiprah aksi kemanusiaan yang diperankan Dompet Dhuafa, Ustadz Abdul Somad, sebagai ulama, beliau mengarahkan umat, “Muslim Rohingya adalah saudara kita yang wajib mendapat perhatian kita. Tidak pandang apa sukunya, bangsanya, dan rasnya. Jika mereka muslim, mereka adalah saudara kita. Orang-orang yang tidak peduli dengan muslim lain, bukan umat yang baik.”

Lebih lanjut beliau menegaskan, “Saudara-saudara kita di Rohingya jika mereka ditindas lalu wafat, urusan mereka selesai di dunia, mereka syahid. Tetapi kita yang masih hidup apakah akan mati husnul khatimah?! Ketika kita tidak peduli dengan muslim Rohingya, nanti di akhirat Allah akan bertanya; ketika saudara-saudaramu tertindas di Rohingya, apa yang engkau lakukan?. Mari merenung dan berbuat. Setidak-tidaknya berdo’alah. Saya selalu berusaha menjadikan do’a saat qunut Subuh untuk saudara kita Muslim Rohingya”.

Gubernur Riau, H. Arsyad Juliandi Rachman, MBA dalam sambutannya menyatakan, “Saya secara pribadi dan Pemprov Riau ikut peduli dengan krisis kemanusiaan yang terjadi di Rohingya dan mengajak masyarakat untuk ikut peduli. Mereka adalah saudara-saudara kita. Sebagai wujud peduli, saya menitipkan uang senilai 20 juta Rupiah untuk saudara-saudara kita di Rohingya”. Wakil gubernur yang ikut hadir dalam acara Tabligh Akbar juga berinfaq senilai 10 juta Rupiah.

Dalam penggalangan dana semalam, seorang anak muda menyerahkan hasil patungan infaq senilai 101 juta Rupiah. Suasana menjadi haru, karena donasi itu diserahkan. Setelah diselidiki, ternyata donasi sebanyak itu berasal dari sekelompok anak muda yang sebagiannya belum menikah. Kata perwakilan yang menyerahkan donasi, “ini hasil penggalangan dana yang kami lakukan di tempat kerja kami hari ini, kami serahkan untuk saudara-saudara kami di Rohingya”

Dari kalangan civitas akademika, keluarga besar Fakultas Teknik Universitas Riau menyerahkan donasi senilai 13 juta Rupiah dan keluarga besar Universitas Lancang Kuning menyerahkan 11 juta Rupiah. Dari kalangan muslimat, BKOW Provinsi Riau menyerahkan senilai 5 Juta Rupiah. Masyarakat Okura Peduli Rohingya menyerahkan 14 Juta Rupiah.

Pasca acara Tabligh Akbar usai, ada jamaah yang cerita, “Ustadz, ketika penggalangan dana berlangsung, orang yang duduk di samping saya, dengan mata kepala saya sendiri saya melihat dia memasukkan donasi 3 juta Rupiah ke dalam kotak infaq. Setelah saya tanya, rupanya beliau berasal dari Kalimantan Selatan dan sedang berkunjung ke Riau.”

Di penghujung acara, Ustadz Hasbullah kembali membuat jamaah tertegun dan pasi mengaminkan do’a yang terlahir dari hati untuk saudara-saudara di Rohingya. Ada airmata yang tulus sebagai saksi bahwa mereka cinta saudara mereka di Rohingya. (Alnof Dinar)

Advertisement